Hoaxbuster: Warung Cak Cholil Tak Diboikot karena Dukung Ahok

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Surat undangan yang diklaim memfitnah. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Surat undangan yang diklaim memfitnah. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Beredar rumor lewat pesan berantai di media sosial terkait pemboikotan restoran Penyet Cak Cholil di jalan H. Baping, Ciracas, Jakarta Timur. Pemboikotan tersebut disebabkan karena restoran itu dipergunakan untuk menggalang dukungan bagi pasangan Calon Gubernur DKI Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat pada Minggu (26/3) lalu.

Untuk membuktikan hal itu, kumparan (kumparan.com) kemudian menyambangi restoran tersebut pada Kamis (29/3).

Pantauan kumparan terlihat masih ada sekitar 15 pelanggan yang sedang menikmati hidangan restoran pada siang itu. Tak ada kesan warung tersebut tengah diboikot.

Untuk memastikan hal itu, kumparan kemudian mengunjungi Haji Cholil atau dikenal sebagai Cak Cholil sang pemilik restoran di rumahnya, yang hanya berjarak 100 m dari restoran.

"Memang betul, ada acara di restoran saya pada hari minggu malam, tapi itu acara dari Koordinatoriat Pendataan Masjid dan Majelis Ta'lim DKI Jakarta," kata Cholil.

Cak Cholil, pemilik warung makan. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Cak Cholil, pemilik warung makan. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Cholil Mengatakan, acara tersebut sama sekali tidak membahas mengenai penggalangan dukungan untuk pasangan Ahok-Djarot. "Memangnya kapasitas saya apa? Lalu mana buktinya?," ujar dia.

Lebih lanjut, Cholil menjelaskan, memang ada acara politik di warungnya. Namun pembahasan terkait kontrak politik Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan pihak pengurus masjid di acara itu.

Tempat Makan Warung Penyet Cak Cholil. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tempat Makan Warung Penyet Cak Cholil. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

"PPP sedang menggodok agar aturan pemberian honor kepada marbot, imam masjid, dan ustad diberikan oleh Pemda DKI. Ini kan digodoknya pas pemerintahan Ahok-Djarot, tapi ketika seandainya Ahok-Djarot tidak lagi terpilih, realisasi kontrak politik itu bisa dilanjutkan oleh Anies-Sandi," jelas Cholil.

Ketika ditanya mengenai tanggapannya atas broadcast ini, ia hanya tertawa. "Alhamdulillah lah mau diboikot mau gimana, yang penting berkat broadcast itu rumah makan saya kan jadi tenar," tutupnya.

Hoaxbuster Cak Cholil. (Foto: Ridho Robby/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster Cak Cholil. (Foto: Ridho Robby/kumparan)