Hong Kong dan China Akan Dihantam Topan Super Ragasa, Sekolah-Kantor Ditutup
·waktu baca 2 menit

Hong Kong bersiap menghadapi Topan Super Ragasa pada Selasa (23/9). Sekolah hingga perkantoran ditutup, sementara sebagian besar penerbangan akan ditangguhkan hingga Kamis (25/9) pagi.
Ragasa merupakan topan dengan kecepatan angin hingga 220 kilometer/jam. Observatorium Hong Kong mengatakan, topan ini semakin mendekati Provinsi Guangdong di selatan China.
Dikutip dari Reuters, otoritas mengatakan pusat keuangan akan menaikkan sinyal topan menjadi 8 -- sinyal tertinggi ketiga -- pada pukul 14.20 waktu setempat. Dengan sinyal tersebut, sebagian besar bisnis dan layanan transportasi akan berhenti beroperasi. Sekitar 700 penerbangan pun terganggu.
Observatorium Hong Kong mengatakan angin kencang berkekuatan badai diperkirakan akan menghantam Hong Kong pada Rabu (24/9). Hujan lebat diprediksi akan menyebabkan badai besar dan gelombang laut.
Permukaan air laut juga diperkirakan akan naik, mirip dengan Topan Hato pada 2017 dan Topan Mangkhut pada 2018. Ketinggian air laut diperkirakan akan naik sekitar 2 meter di sepanjang wilayah pesisir Hong Kong, dengan ketinggian maksimal mencapai 4-5 meter di sejumlah wilayah.
Otoritas lokal membagikan karung pasir kepada warga untuk memperkuat rumah-rumah mereka di dataran rendah. Warga juga mulai menimbun kebutuhan sehari-hari.
China Daratan
Sementara itu otoritas di China daratan memerintahkan 10 kota menutup sekolah dan bisnis. Shenzen, misalnya, telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi 400 ribu orang, dengan peringatan angin kencang, hujan, ombak, dan banjir.
"Kecuali untuk petugas penyelamatan darurat, mohon jangan keluar sembarangan," kata otoritas dalam pernyataannya, dikutip dari AFP.
Kota-kota di Provinsi Guangdong juga memerintahkan penutupan sekolah dan bisnis, seperti di Chaozhou, Zhuhai, Dongguan, dan Foshan.
"Angin kencang dan hujan deras akan berdampak parah di kota kami, menimbulkan situasi pertahanan yang kritis," kata otoritas Foshan dalam pernyataannya.
