Houthi Peringatkan Jangan Pakai Bandara di Saudi Usai Serangan di Bandara Riyadh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepulan besar asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). Foto: Stringer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kepulan besar asap hitam membubung dari area penyimpanan bahan bakar di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (19/9/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Kelompok Houthi di Yaman memperingatkan penumpang agar tidak menggunakan bandara-bandara di Arab Saudi setelah serangan terhadap bandara di ibu kota Riyadh.

“Angkatan bersenjata Yaman kembali memperingatkan seluruh perusahaan penerbangan dan pelayaran, para ahli, staf, pekerja, serta pelancong agar tidak menggunakan bandara dan wilayah udara Arab Saudi,” kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, melalui X dikutip dari AFP pada Minggu (11/10).

“Bandara dan wilayah udara tersebut terancam menjadi sasaran dan merupakan medan operasi pasukan kami, kecuali bandara di Makkah dan Madinah,” tambahnya.

Sebelumnya, Houthi menyerang Bandara Riyadh pada Sabtu (10/10) kemarin. Dalam serangan itu, 12 orang tewas termasuk warga Amerika Serikat dan warga Palestina.

Kini, operasional bandara tersebut ditutup sementara. WNI diimbau untuk tidak melancong ke Arab terlebih dahulu. Bagi WNI di sana, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.