Houthi Serang Bandara Riyadh dan Kilang Aramco, Saudi Membalas

Kelompok Houthi menyerang tiga target di Arab Saudi pada Senin (5/10). Target-target itu yakni sebuah bandar udara internasional di ibu kota Saudi, Riyadh, sebuah kilang minyak, dan beberapa lokasi lainnya di Saudi.
Aksi itu dibalas oleh koalisi militer pimpinan Saudi. Mereka mengumumkan serangan terhadap beberapa target milik Houthi di sepanjang pantai Laut Merah.
Dalam beberapa pekan terakhir, konflik bersenjata antara Saudi dan Houthi menjadi salah satu pertempuran paling aktif di Timur Tengah saat ini. PBB melaporkan konflik kedua belah pihak menyebabkan lebih dari 184 ribu orang kehilangan tempat tinggal dan memicu kekhawatiran meluasnya konflik di Timur Tengah.
Adapun kini Houthi menguasai sebagian besar kawasan utara Yaman, termasuk Ibu Kota Sanaa dan sebelah barat Kota Hodeida. Pada bulan lalu, Houthi merebut garis pantai Laut Merah serta Selat Bab al-Mandab.
Saat perang di Yaman kembali membara, Houthi turut menyerang Saudi beberapa kali. Mereka juga memblokade jalur maritim ke dan dari Saudi.
Yang terbaru, Houthi menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, kilang minyak Aramco, serta beberapa titik di selatan Saudi. Mereka mengumumkan serangan tersebut melalui seorang juru bicara.
Beberapa warga di ibu kota Riyadh mengaku mendengar ledakan besar pada Senin pagi.
Beberapa saat setelah Houthi mengumumkan serangan, juru bicara koalisi militer Saudi, Turki al-Malki, menyebut pasukan Angkatan Laut mereka berhasil menghantam target militer milik Houthi di Hodeida, tepatnya di sekitar kawasan pantai Laut Merah.
"Mereka menghancurkan gudang senjata, fasilitas penyimpanan perahu bermuatan bahan peledak dan ranjau laut," ucap Turki seperti dikutip dari Reuters.
"Kami telah pula menggagalkan rencana serangan yang menargetkan jalur pelayaran di Laut Merah bagian selatan," ujarnya.
