Houthi Serang Dua Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal tanker minyak. Hussein Faleh/AFP Foto: HUSSEIN FALEH/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal tanker minyak. Hussein Faleh/AFP Foto: HUSSEIN FALEH/AFP

Kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, Kamis (23/7). Serangan itu disebut sebagai bagian dari blokade laut terhadap Arab Saudi yang diumumkan Houthi beberapa hari sebelumnya.

Aksi tersebut terjadi ketika Iran juga mengklaim masih menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu pintu utama distribusi minyak dunia. Jika gangguan terjadi di Laut Merah dan Selat Hormuz secara bersamaan, pasokan energi global berpotensi semakin terganggu.

Houthi menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal dan drone. Target mereka adalah dua kapal tanker bernama Encelia dan Layla.

Seorang sumber keamanan maritim mengatakan Encelia sempat mengirim sinyal darurat setelah dilaporkan terkena rudal di dekat Pelabuhan Jizan, Arab Saudi, pada Rabu (22/7) malam. Sementara perusahaan manajemen risiko maritim Inggris, Vanguard, menyebut kapal berbendera Arab Saudi itu dihantam proyektil tak dikenal sekitar 70 mil laut di barat daya Al Shuqaiq.

Namun hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai klaim serangan terhadap kapal Layla, demikian dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kelompok yang menguasai sebagian wilayah Yaman di sekitar Selat Bab el-Mandeb itu menyatakan akan menghambat pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan di Saudi.

Atas peristiwa ini data pelayaran menunjukkan sedikitnya lima kapal tanker mengubah rute untuk menghindari Selat Bab el-Mandeb pada Rabu (22/7). Sementara tiga kapal tanker yang membawa minyak Saudi menuju China dan India dilaporkan berbalik arah sehari sebelumnya.

Selama ini, jutaan barel minyak Saudi dikirim menuju Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz yang masih ditutup oleh Iran. Apabila jalur Bab el-Mandeb juga terganggu, kapal-kapal harus berlayar melalui Terusan Suez, sehingga waktu pengiriman dan biaya logistik meningkat.