Houthi Tembakkan Rudal ke Bandara Utama Israel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas polisi Israel menyelidiki kawah di lokasi serangan rudal yang diluncurkan dari Yaman, dekat Bandara Ben Gurion, di Tel Aviv, Israel, Minggu (4/5/2025). Foto: Nir Elias/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas polisi Israel menyelidiki kawah di lokasi serangan rudal yang diluncurkan dari Yaman, dekat Bandara Ben Gurion, di Tel Aviv, Israel, Minggu (4/5/2025). Foto: Nir Elias/REUTERS

Sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman menghantam area dekat Bandara Internasional Ben Gurion, Minggu (3/5).

Serangan itu memicu gangguan lalu lintas udara dan peringatan serangan udara di sekitar Tel Aviv dan Yerusalem.

Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kelompok yang menguasai mayoritas wilayah Yaman dan didukung Iran itu mengeklaim serangan sebagai bentuk dukungan terhadap warga Palestina di Gaza.

Orang-orang berkumpul di pintu masuk Bandara Ben Gurion, setelah serangan rudal yang diluncurkan dari Yaman, di Tel Aviv, Israel, Minggu (4/5/2025). Foto: Nir Elias/REUTERS

“Pasukan rudal Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Ben Gurion dengan rudal balistik hipersonik,” tulis pernyataan resmi kelompok tersebut, lapor AFP.

Militer Israel sempat berupaya melakukan pencegatan, tapi dampak tetap terjadi.

Polisi menemukan cekungan besar di sebuah kebun buah dekat bandara.

Kepala Polisi Distrik Pusat, Yair Hezroni, menyebut diameter dan kedalamannya mencapai puluhan meter.

X post embed

Dalam video yang dirilis, menara kontrol bandara terlihat di latar belakang. Situasi di dalam bandara pun sempat mencekam.

X post embed

Beberapa saat setelah insiden, pihak otoritas bandara menyatakan aktivitas penerbangan telah kembali normal.

“Bandara terbuka dan beroperasi,” kata otoritas penerbangan sipil dalam pernyataan singkat.

Menhan Israel Yoav Gallant. Foto: GIL COHEN-MAGEN / AFP

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant merespons dengan ancaman pembalasan.

“Siapa pun yang menyerang kami, kami akan membalas tujuh kali lebih kuat,” ujarnya.

Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dari kelompok Houthi sejak dimulainya perang Israel-Hamas pada Oktober 2023

Sebelumnya, kelompok tersebut meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel, serta menargetkan jalur pengiriman di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Setelah sempat menghentikan serangan selama dua bulan gencatan senjata, Houthi kembali meningkatkan aktivitas militernya.

Pada Maret lalu, mereka mengancam akan menyasar kembali kapal-kapal internasional sebagai bentuk tekanan atas blokade bantuan ke Gaza.

Langkah itu dibalas oleh militer Amerika Serikat, yang sejak 15 Maret meluncurkan serangan udara rutin ke wilayah Yaman.

Sejak saat itu, menurut Pentagon, lebih dari 1.000 target Houthi diserang. Kini Inggris pun berkoalisi dan telah mengirimkan serangan udara ke Houthi pada Rabu lalu.