HRD Menjawab Isu Job Fair Hanyalah Formalitas, Benarkah?
ยทwaktu baca 4 menit

Para pencari kerja mendatangi Jakarta Job Fair yang diadakan Pemkot Jakarta Barat di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Rabu (3/6).
Mereka tetap datang meski belakangan ini muncul isu di media sosial bahwa kegiatan bursa kerja hanya untuk formalitas belaka. Lowongan tak benar-benar tersedia bagi para pencari kerja.
Bagaimana tanggapan dari penyedia kerja mengenai isu tersebut?
Gilang Rizki, staf HRD dari sebuah bank pemerintah yang turut membuka bursa kerja mengatakan, pihaknya benar-benar membuka lowongan di bursa kerja itu. Setelah kegiatan itu, akan ada beberapa pelamar yang dipanggil untuk mengikuti tes selanjutnya.
Saat bank pelat merah itu membuka lapak gelaran bursa kerja di wilayah lain pun, ada pelamar yang dipanggil untuk mengikuti tes selanjutnya.
"Nggak formalitas sih, karena di sini kita emang bener-bener pure mencari kandidat karena setelah acara ini pun kan ada yang dipanggil untuk tahap selanjutnya. Jadi gak hanya sekedar formalitas itu," kata dia saat ditemui di Jakarta Job Fair.
Menurut Gilang, para pelamar yang lolos ke tes selanjutnya akan diumumkan dua pekan ke depan. Meski tak menyebut angkanya secara rinci, lanjut dia, terdapat lowongan posisi magang sebagai teller yang dapat dilamar dengan syarat mempunyai IPK minimal 3.
"Kita memang untuk jenjang karier yang magang ini masih panjang. Jadi kalau misalnya yang magang ini bisa berminat, ya dia bisa diangkat jadi kontrak atau bahkan jadi pekerja tetap," ucap dia.
Hal senada dikatakan HRD perusahaan retail, Ferri Ferdiawan. Dia memastikan pihaknya benar-benar membuka lowongan di kegiatan Jakarta Job Fair. Setelah pelaksanaan kegiatan pun, pihaknya akan diminta laporan oleh Dinas Tenaga Kerja Jakarta mengenai jumlah pekerja yang telah terserap.
"Jelas kalau di kami sudah pasti ada lowongan, tidak mungkin perusahaan kami mengikuti kegiatan job fair tanpa adanya posisi yang dibuka," ujar dia.
Menurut Ferri, terdapat banyak lowongan yang tersedia untuk posisi store crew. Sebab, perusahaan retail tempatnya bekerja akan kembali menambah jumlah gerai di wilayah Jakarta. Pencari kerja minimal lulusan sekolah menengah dari berbagai jurusan dapat melamar.
Mereka akan diberi kabar bakal lolos ke tes selanjutnya ataukah tidak dalam kurun waktu 2 pekan ke depan.
"Kami saat ini membuka lowongan untuk store crew, yang paling banyak adalah store crew," kata dia.
"Kalau ini hanya di wilayah atau kota ya, sekitar 500-an (lowongan) dapat untuk perusahaan sendiri," lanjut dia.
3.500 Lowongan Tersedia
Jackson Dianrus Sitorus, Kepala Sudin Nakertransgi Pemkot Jakarta Barat, sebagai penyelenggara Jakarta Job Fair mengatakan, total ada 41 perusahaan swasta yang berpartisipasi, ditambah 3 instansi pemerintah, serta 6 pelaku usaha mikro dan UMKM binaan Jakpreneur.
"Secara keseluruhan, tersedia 3.504 lowongan kerja," ujar Jackson saat meninjau job fair di GOR Tanjung Duren.
Lalu, bagaimana ia menanggapi isu mengenai job fair yang dianggap hanyalah kegiatan formalitas?
"Tidak, tidak seperti itu. Itu hanya perasaan saja. Ayo tetap semangat. Kami memastikan semua peserta di sini memang bertujuan untuk membuka peluang kerja yang nyata," ungkapnya.
Ia mengatakan, dewasa ini banyak warga Jakarta, terutama yang terdampak PHK, yang masih menganggur. Sehingga Pemprov DKI Jakarta menyikapinya dengan mengadakan job fair di 5 wilayah kota Jakarta, bahkan hingga ke Kepulauan Seribu.
"Job fair tidak hanya soal lowongan kerja, tapi juga soal pengembangan kompetensi. Kami punya pusat-pusat pelatihan kerja daerah. Karena kalau hanya mengandalkan lowongan dari perusahaan, jumlahnya terbatas," ungkapnya.
Pemprov DKI Jakarta mendorong lahirnya para wirausaha baru. Jadi melalui pelatihan keterampilan, warga bisa membangun usaha sendiri dan bahkan membuka lapangan kerja baru bagi orang lain.
"Kami juga mengimbau perusahaan agar memberikan peluang kerja sesuai dengan kompetensi dan minat para pencari kerja," tutupnya.
Jakarta Job Fair di Kebon Jeruk berlangsung tertib. Meski disambut antusiasme tinggi, tidak terlihat ribuan pencari kerja yang membeludak seperti yang terjadi di Bekasi pekan lalu.
Asal Mula Isu Job Fair Hanya Formalitas
Isu job fair hanya formalitas belaka mencuat menyusul job fair di Bekasi yang berlangsung rusuh. Pameran kerja ini dihadiri ribuan orang sehingga terjadi desak-desakan dan ada yang pingsan.
Seorang netizen yang mengaku orang HRD kemudian berkomentar di sebuah unggahan media sosial mengabarkan pengalamannya mengikuti job fair yang ternyata hanya formalitas belaka.
Aslinya perusahaan tidak memiliki lowongan dan terpaksa ikut pameran bursa kerja karena khawatir disanksi pemerintah. Dia juga mengungkapkan, perusahaan biasanya lebih memilih menerima karyawan baru dari rekomendasi karyawan mereka sendiri (ordal). Cerita ini diamini oleh banyak netizen.
Sementara itu, Wamenaker Immanuel Ebenezer membantah isu tersebut.
