Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Medan, 167 Rumah Rusak

Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (18/8) lalu. Akibatnya, beberapa rumah warga dan sekolah rusak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat ada 167 rumah warga rusak akibat bencana hujan badai tersebut. Wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.
"Jadi, total yang baru kita data itu 167 rumah," kata Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, saat ditemui di lokasi posko bencana, Jumat (21/8).
Yunita mengatakan BPBD bersama pemerintah telah memberikan bantuan berupa sembako hingga pembangunan atap seng rumah warga yang terdampak.
Sebanyak 93 rumah telah diperbaiki, sementara sisanya akan diperbaiki.
"Yang baru kita bantu 93 rumah, masih ada 74 rumah lagi yang belum kita bantu," ucap Yunita.
"Insya Allah selama masih kita mencukupi, nanti akan kita bantu. Namanya masyarakat yang lagi terkena bencana, Insya Allah kita bantu," sambung Yunita.
Yunita menuturkan, bantuan yang diberikan kepada warga yang terdampak berupa sembako, material bangunan, dan selimut. Ia menyebutkan, penanganan bencana masuk dalam tahap pemulihan.
"Iya (pemulihan). Sebagian juga sudah mandiri, sudah memperbaiki mandiri. Kemudian bantuan ini sedang kita laksanakan pembagiannya, terus dibantu oleh Camat Medan Johor," ujar Yunita.
Pemberian bantuan pembangunan atap rumah warga disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Karena itu, bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kondisi kerusakan rumah warga.
"Kalau satu rumah itu beragam ya, karena melihat tingkat kerusakannya tidak sama. Ada yang 5%, ada yang 30% kerusakannya. Nah, itu BPBD Kota Medan mengkaji kerusakannya berapa-berapa lembar seng, berapa batang kayu," imbuh Yunita.
Warga bisa mengambil bantuan seng tersebut sesuai dengan data kerusakan rumah yang telah dikumpulkan kepada BPBD Kota Medan. Warga yang telah membangun atap rumah secara mandiri juga tetap bisa mengambil bantuan tersebut.
