Hujan Deras Guyur Masjidil Haram, Makkah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hujan deras di Masjidil Haram, Makkah, saat magrib, Minggu (13/9/2026) waktu setempat. Foto: X@qurantvsa
zoom-in-whitePerbesar
Hujan deras di Masjidil Haram, Makkah, saat magrib, Minggu (13/9/2026) waktu setempat. Foto: X@qurantvsa

Hujan deras mengguyur Masjidil Haram, Makkah, pada Minggu sore (13/9) waktu setempat. Hujan tak mengganggu pelaksanaan salat Magrib berjemaah maupun tawaf— mengelilingi Ka’bah 7 kali putaran berlawanan arah jarum jam—bagi jemaah umrah.

Dalam video yang dilansir otoritas setempat, tampak jemaah memadati area mataf, lokasi di sekeliling Ka’bah, saat hujan turun sekitar pukul 18.00-19.00 WAS.

“Di tengah guyuran hujan, tersaji pemandangan penuh kekhusyukan dari kawasan Masjidil Haram, saat para jemaah mengelilingi Ka’bah yang mulia (melaksanakan tawaf),” ungkap pengelola siaran langsung Masjidil Haram di media sosial.

"Hujan deras terlihat mengguyur kawasan sekitar Masjidil Haram saat salat Magrib," tulis akun Pemprov Makkah.

Hujan deras di Masjidil Haram, Makkah, saat magrib, Minggu (13/9/2026) waktu setempat. Foto: X @qurantvsa

Jemaah mengabadikan Ka’bah yang diguyur hujan lewat ponsel mereka. Banyak juga yang menengadahkan tangan memanjatkan doa mengingat waktu turun hujan merupakan salah satu waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa.

Hujan deras juga mengguyur sejumlah kawasan lain di Kota Suci Makkah. Sejumlah video di media sosial memperlihatkan air hujan mengalir deras di jalan.

Cuaca Ekstrem

Pusat Meteorologi Nasional (NCM) sebelumnya melansir peringatan dini cuaca ekstrem untuk Makkah dan sekitarnya.

Badai petir dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi menyebabkan banjir bandang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Jazan, Asir, dan Al-Baha, serta dataran tinggi Makkah dan Madinah pada Minggu (13/9), ungkap NCM dikutip dari Saudi Gazette.

Disebutkan, badai petir tersebut diperkirakan disertai hujan es dan angin kencang yang dapat menyebabkan debu dan pasir beterbangan. Kabut juga berpotensi terbentuk di sejumlah wilayah dataran tinggi di kawasan tersebut, serta di sebagian wilayah Najran dan bagian selatan Provinsi Timur.

X post embed

Sementara itu, badai petir dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta debu yang beterbangan diperkirakan terjadi di Makkah dan Madinah.

Abha, Jazan, dan Al-Baha diperkirakan mengalami badai petir sedang hingga lebat dan angin kencang, dengan Jazan juga berpotensi mengalami debu yang beterbangan.

Jeddah dan Najran diperkirakan mengalami awan badai petir dan angin kencang, disertai debu yang beterbangan. Khusus Jeddah, juga berpotensi terjadi kabut.

Riyadh, Tabuk, Arar, dan Sakaka diperkirakan mengalami cuaca stabil, sementara Buraidah dan Hail diperkirakan cerah hingga berawan sebagian.

Suhu Makkah Mencapai 42°C

Untuk suhu, Madinah dan Dammam diperkirakan menjadi wilayah dengan suhu tertinggi, mencapai 44°C, disusul Riyadh dan Buraidah 43°C, serta Makkah 42°C.

Suhu diperkirakan mencapai 41°C di Hail, 40°C di Arar, 39°C di Tabuk dan Sakaka, 38°C di Jazan, 37°C di Jeddah dan Najran, 30°C di Abha, serta 29°C di Al-Baha.

X post embed