Hujan Ekstrem Picu Banjir di Jakarta, BMKG: Sudah Diprediksi Sejak Awal Mei
·waktu baca 2 menit

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Senin (4/5) menyebabkan banjir di sejumlah titik di Jakarta.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi cuaca tersebut sebenarnya telah diprediksi sebelumnya, seiring meningkatnya aktivitas fenomena atmosfer yang memicu curah hujan tinggi.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Ida Pramuwardani, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek sejak awal Mei.
“Pada 4 Mei 2026, BMKG memprediksi adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Jabodetabek, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, serta Bogor,” kata Ida saat dihubungi kumparan, Selasa (5/5).
Ia menambahkan, sebelumnya pada 2 Mei 2026 BMKG juga telah merilis informasi melalui media sosial terkait adanya fenomena atmosfer global aktif di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara yang berpotensi meningkatkan curah hujan, termasuk di Jabodetabek.
Hujan Lebat hingga Ekstrem
BMKG mencatat intensitas hujan pada Senin (4/5) tergolong tinggi, bahkan mencapai kategori lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah. Curah hujan tertinggi tercatat di Kabupaten Bogor sebesar 189,4 mm per hari, disusul Tangerang Selatan 99,2 mm per hari, dan Jakarta Selatan 94,8 mm per hari.
Tingginya curah hujan ini turut dipengaruhi berbagai faktor atmosfer. Meski saat ini terpantau adanya fenomena El Niño dengan indeks ENSO sebesar +0,93, Ida menjelaskan hujan tetap terjadi karena adanya kombinasi faktor lain.
“Selain El Niño, kondisi ini juga dipengaruhi Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 2, serta gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity yang mendukung pembentukan awan hujan,” ujarnya.
23 RT Masih Tergenang di Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per pukul 13.00 WIB, jumlah wilayah terdampak kini tersisa 23 RT dan 2 ruas jalan yang masih tergenang.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 23 RT dan 2 ruas jalan tergenang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan dalam keterangannya, Selasa (5/5).
