Hujan Es di Bandung, BMKG Imbau Masyarakat Waspada
·waktu baca 2 menit

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menyampaikan saat ini wilayah Bandung dan sekitarnya sudah memasuki periode puncak musim hujan. Dan berdasarkan analisis klimatologis, puncak musim hujan di Bandung Raya akan sampai dasarian 1 Maret.
Forecaster BMKG Bandung Yuni Yulianti mengatakan, pada hari ini, Selasa (8/3), terkonfirmasi fenomena hujan es di beberapa wilayah di Kota Bandung,
“Pada pukul 14.40 WIB, beberapa wilayah di Kota Bandung terkonfirmasi turun (hujan) intensitas sedang-lebat dan sebagian hujan es,” jelasnya pada kumparan (8/3)
Melalui keterangannya, ia juga menjelaskan, fenomena hujan es (hail) terjadi karena pembentukan awan secara konvektif. Di mana massa udara basah terangkat ke atas dan membentuk awan yang puncaknya melebihi freezing level dan terjadilah proses pengintian es.
Sehubungan dengan hal itu, maka bagian atas awan tersebut banyak mengandung es. Saat sudah cukup waktunya untuk hujan, butiran atau bahkan gumpalan es juga ikut jatuh ke permukaan bumi.
Akibat ukurannya, walaupun es telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat, tapi tidak semuanya dapat mencair.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, fenomena hujan es di Kota Bandung pada hari ini muncul di wilayah Antapani, Jalan Jakarta, Kiaracondong dan sekitarnya.
BMKG Bandung mengimbau masyarakat Kota Bandung untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem di masa peralihan dan awal musim ini.
Dampak yang terjadi bisa seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, jalan licin dan pohon tumbang.
“Bagi yang sedang dalam perjalanan diharap segera menepi dan masuk ke gedung, hindari berlindung di bawah pohon besar pada kondisi demikian, jauhi tebing jika berada di wilayah yang berbukit, dan ketika terjadi hujan yang ekstrem ataupun hujan sedang dengan durasi lama harap menjauhi aliran sungai yang berpeluang meluap,” tandas Yuni.
