Hujan Es Masih Mungkin Terjadi Sampai April

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Hujan Es Batu di Jakarta (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Hujan Es Batu di Jakarta (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)

Fenomena hujan lebat disertai jatuhnya gumpalan es terjadi sore ini, Selasa (28/3), di Jakarta Selatan dan sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena ini masih mungkin berulang.

Baca juga: Hujan Es Guyur Jakarta

Kepala Sub Bidang Ikllim dan Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra, menjelaskan hujan lebat yang disertai gumpalan es, sering terjadi pada musim peralihan. "Secara umum, bulan Maret dan April adalah periodenya," kata Agie kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (28/3).

Sedangkan Kabag Humas BMKG, Hrry Tirto, menjelaskan tanda-tanda sebelum terjadi hujan es. Biasanya, kata Hary, satu hari sebelumnya udara akan terasa panas.

Udara panas, jelas Hary, terjadi karena radiasi sinar matahari yang cukup kuat. "Ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara 10.00 WIB dan 07.00 WIB yang rentangnya lebih dari 4.5 derajat Celcius disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai lebih dari 60 persen," katanya.

Perubahan udara yang terjadi dalam waktu cepat itu, menimbulkan awan cumulonimbus yang kuat. "Awan tersebut mengakibatkan munculnya fenomena hujan es," katanya.

Peristiwa semacam ini, disebut Hary, kerap terjadi pada sore dan jelang malam hari. Durasinya pun hanya sekitar 10 menit.