Hujan Rudal Rusia ke Ukraina Nyasar Sampai Polandia, 2 Orang Tewas

16 November 2022 2:44 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan tempat tinggal yang rusak parah akibat serangan rudal Rusia, di Mykolaiv, Ukraina, Jumat (11/11/2022). Foto: Layanan Darurat Negara Ukraina/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan tempat tinggal yang rusak parah akibat serangan rudal Rusia, di Mykolaiv, Ukraina, Jumat (11/11/2022). Foto: Layanan Darurat Negara Ukraina/Handout via REUTERS
ADVERTISEMENT
Rusia menghujani hampir seluruh kota di Ukraina menggunakan 100 rudal pada Selasa (15/11) sore. Akan tetapi, ada dua rudal nyasar ke Polandia.
ADVERTISEMENT
Rudal Rusia itu menghantam Przewodow, sebuah desa di Polandia timur dekat perbatasan dengan Ukraina.
"Petugas pemadam kebakaran ada di tempat, tidak jelas apa yang terjadi," kata Petugas Pemadam di Przewodo, Lukasz Kucy, dikutip dari Reuters.
Seorang pejabat senior intelijen AS mengatakan, ledakan di Polandia itu disebabkan rudal Rusia.
Begitu juga laporan dari Radio Polandia ZET. ZET melaporkan ada dua rudal nyasar menghantam Przewodow. Dua orang dilaporkan tewas.
Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, langsung mengadakan pertemuan mendesak komite pemerintah untuk urusan keamanan dan pertahanan nasional.
Morawiecki belum bisa memberikan keterangan hingga pertemuan mendesak selesai.
Sebelumnya Rusia menghujani rudal di hampir seluruh kota di Ukraina pada Selasa (15/11). Peluncuran rudal itu dilakukan setelah Rusia menarik pasukan dari Kherson.
ADVERTISEMENT
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina mengatakan, Rusia meluncurkan sekitar 100 rudal ke Ukraina pada Selasa sore. Jumlah itu lebih banyak daripada yang diluncurkan pada 10 Oktober.
Selain itu, serangan rudal ini merupakan yang terberat selama sembilan bulan perang Rusia dan Ukraina.
Anggota layanan Ukraina menembakkan sistem peluncuran roket ganda BM-21 Grad, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, dekat kota Bakhmut, wilayah Donetsk Ukraina. Foto: Gleb Garanich/REUTERS