Humas: Aset Keluarga Soeharto di Luar Pengelolaan TMII, Dibatasi Tembok

8 April 2021 12:24
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Petugas menggunakan kostum tokoh pewayangan kera putih Hanoman bermasker saat berlangsungnya simulasi normal baru di TMII, Jakarta, Kamis (4/6). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menggunakan kostum tokoh pewayangan kera putih Hanoman bermasker saat berlangsungnya simulasi normal baru di TMII, Jakarta, Kamis (4/6). Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
ADVERTISEMENT
Pemerintah lewat Kementerian Sekretariat Negara mengambil alih pengelolaan dan pemanfaatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita yang didirikan Tien Soeharto. Pengambilalihan TMII ini didasarkan dengan terbitnya Perpres Nomor 19 Tahun 2021.
ADVERTISEMENT
Lantas bagaimana dengan aset-aset keluarga Soeharto yang berada di kawasan TMII? Apakah juga akan diambil alih oleh pemerintah?
Kabag Humas TMII Adi Wibowo menjelaskan aset keluarga Soeharto tentu saja menjadi hal yang berbeda karena berada di luar TMII.
"Beda. Itu di luar TMII," kata Adi saat dihubungi, Kamis (8/4).
Teater Imax Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur 
(Foto diambil sebelum pandemi) Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Teater Imax Keong Emas di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur (Foto diambil sebelum pandemi) Foto: Shutterstock
Sejauh ini, yang menjadi tanggung jawab TMII untuk dikelola seluas sekitar 150 hektare. Itu saja sudah dibatasi dengan tembok. Aset keluarga Soeharto di luar gedung yang berada di lahan 150 hektare ini.
"Yang dikelola TMII sekitar 150 hektare yang sudah dibatasi dengan tembok," ujarnya.
Dia pun menegaskan apa yang menjadi aset keluarga Soeharto tak menjadi kewenangan dari pengelola TMII. Sehingga dalam persoalan itu dia tak bisa memberikan pernyataan lebih rinci lagi.
ADVERTISEMENT
"Kalau soal itu saya enggak punya wewenang untuk menjawab. Itu di luar TMII," ujarnya.
Aset keluarga Soeharto yang berada di area TMII termasuk kompleks Masjid At-Tin, Museum Purna Bakti Pertiwi, gedung TPI.
Museum Purna Bhakti Pertiwi Foto: Flickr / llamaran
zoom-in-whitePerbesar
Museum Purna Bhakti Pertiwi Foto: Flickr / llamaran
Meski demikian, ia mengapresiasi keputusan pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII. Ia berharap TMII akan semakin berkembang.
"Kami menyambut baik agar ke depan TMII semakin maju," pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama TMII Tantribali Lamo menjelaskan kawasan TMII yang berada di lahan seluas 150 hektare tidak termasuk Masjid Agung At-Tin, Green Terrace, Hotel Santika, dan Museum Purna Bhakti Pertiwi.
"TMII di atas 150 hektare tidak termasuk [Masjid] At-Tin, Green Terrace, Hotel Santika, serta Museum Purna Bhakti. Tahun '77 sudah diserahkan ke negara dan sertifikatnya ada di Sekneg," kata Tantribali.
ADVERTISEMENT
Sebagaimana diketahui, TMII dikelola selama 44 tahun oleh Yayasan Harapan Kita yang didirikan Tien Soeharto. Kini pengelolaannya diambil alih pemerintah karena berbagai pertimbangan, salah satunya untuk meningkatkan kontribusi keuangan dari TMII kepada negara.
****
Saksikan video menarik di bawah ini:
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020