Humas KLH & Wartawan Dianiaya Oknum Brimob-Ormas saat Liput Sidak PT di Serang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Pegawai humas Kementerian Lingkungan Hidup atau LH dan sejumlah wartawan dianiaya oknum ormas, oknum Brimob dan satpam saat sedang meliput penyegelan PT GR di Serang, Banteng, Kamis (21/8) siang.

Akibatnya, seorang pegawai Humas KLH dan seorang wartawan Tribun mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan 7 wartawan mengalami luka di bagian kepala usai diserang para pelaku.

Salah seorang korban, Hendi wartawan Jawa Pos Tv mengatakan, insiden bermula saat dirinya dan rekan wartawan lain tengah meliput sidak aras limbah pabrik peleburan timbal bersama KLH di PT GRS.

Sesaat hendak masuk, kata Hendi, dirinya dan rekan-rekan wartawan lain sempat dihalangi oleh oknum security dan oknum Brimob untuk tidak masuk, bahkan dicegah untuk tidak mengambil gambar.

"Itu pas awal liputan aja sudah dihalang-halangi, teman dari Detikcom sempat potret eh mau diambil handphonenya sama security dan (oknum) Brimob yang di situ," kata Hendi, Kamis (21/8).

Setelah kegiatan sidak selesai, lanjut Hendi, bersama rekan-rekan wartawan tiba-tiba didatangi oleh oknum Brimob yang minta untuk bertemu pihak HRD PT GS.

Namun hal itu mereka tolak karena gelagat yang tidak baik.

"Mau pulang, dipanggil sama salah seorang anggota oknum Brimob disuruh menghadap HRD, tapi kita menolak karena takut dikunci di dalam. Pas kita naik motor mau nyalain motor, itu oknum Brimob teriak sambil ngehalangin motor kita, terus oknum ormas yang duduk di warung sebrang pabrik itu nyerang sambil teriak 'matiin..matiin'," terang Hendi.

Hendi dan seorang wartawan SCTV mencoba lari sejauh 3 kilometer menghindari kejaran oknum security, oknum ormas hingga oknum Brimob meski sempat kena pukul.

Namun, seorang pegawai Humas KLH dan seorang wartawan Tribun tak luput dari pengeroyokan tersebut.

"Saya sempat menyelamatkan diri, tapi humas LH abis dipukulin sampai diinjek-injek. Dan kawan kita anak Tribun juga abis dipukulin, mereka tidak sempat kabur karena keburu dihajar terus tersungkur ke tanah," tutur Hendi.

"Saya lihat itu orang Humas LH sudah berdarah, tapi saya tidak bisa apa-apa, karena pas coba kabur saya juga sempat disandera sama ormas," imbuhnya.

Hal senada turut disampaikan Iqbal wartawan Detikcom. Menurutnya, saat itu sempat melihat oknum ormas mengacungkan sebilah golok saat melakukan penyerangan terhadap sejumlah wartawan dan Humas KLH usai melakukan peliputan.

"Saya sudah masuk mobil, ada seorang security nyamperin, dia nanya 'dari media ya? Sini dulu ngobrol', karena gelagat yang tidak enak, saya tidak mau. Eh tiba-tiba ada oknum ormas nyerang dari arah warung, itu ada yang ngacungin golok. Saya udah pasrah, tapi sambil coba nyari celah buat kabur," ucap Iqbal.

"Itu saya lihat anak Tribun dipukul pakai helm, terus jatuh langsung dipukulin. Yang parah Humas KLH itu udah tersungkur sampai diinjek-injek," sambungnya.

Pejabat KLH Turut Diserang

Menurut Iqbal, situasi mulai mereda setelah rombongan pejabat KLH kembali mendatangi lokasi. Bahkan Deputi Bidang Penegakan Hukum KLH Rizal Irawan terlibat baku hantam dengan oknum ormas saat mencoba melerai pengeroyokan.

"Mulai reda pas rombongan pejabat LH balik lagi. Itu Pak Deputi keluar mobil langsung nendang oknum ormas yang nyandera teman kita, tapi si ormas itu melawan, sempat terjadi pertikaian di situ, pas momen itu saya langsung menyelamatkan diri," kata Iqbal.

Respons Polisi

Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, membenarkan insiden itu. Ia mengatakan Kementerian LH datang untuk menutup perusahaan itu.

"Kementerian LH akan melakukan tindakan hukum. Pada 25 Februari, mereka sudah datang ke sini memasang police line karena perusahaan ini melakukan pencemaran, tapi tidak diindahkan," ujarnya.

Menurut Condro, motif sementara pengeroyokan adalah karena para pelaku menghalangi tim KLH untuk masuk ke dalam area perusahaan.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengantongi nama-nama terduga pelaku, termasuk dari oknum organisasi masyarakat (ormas), dan akan segera melakukan penangkapan.

"Nama-nama sudah kita kantongi. Insya Allah hari ini kita tangkap," tegasnya.