Ibu dan Anak di Subang Dibunuh, Mayatnya Ditaruh di Dalam Bagasi Alphard

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyelidikan olah TKP pembunuhan di Subang. Foto: ANTARANEWS
zoom-in-whitePerbesar
Penyelidikan olah TKP pembunuhan di Subang. Foto: ANTARANEWS

Seorang ibu berinisial TH atau Tuti Suhartini (55) dan anak perempuannya berinisial AMR atau Amalia Mustika Ratu (22) ditemukan dalam kondisi tewas di bagasi mobil Alphard yang terparkir di halaman rumahnya di kawasan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Mayat pertama kali ditemukan oleh suami korban bernama Yosep (55) saat pulang ke rumah pada Rabu (18/8).

Kasatreskrim Polres Subang AKP M Zulkarnaen mengatakan, suami korban juga yang melaporkan kasus ini ke polisi.

"Awalnya laporan dari suami korban yang melihat rumahnya dengan kondisi yang tidak wajar di TKP, kemudian di TKP ditemukan ceceran darah mulai dari dapur sampai dengan ke arah mobil itu," kata Zulkarnaen dikutip dari Antara pada Kamis (19/8).

kumparan post embed

Menurut keterangan suami korban, anggota keluarganya itu ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Namun menurut Zulkarnaen, waktu mati korban belum lama sejak dari ditemukan.

"Dilihat dari ceceran darah nggak lama, sih, masih segar," kata Zulkarnaen.

Sejauh ini, hasil olah TKP kepolisian memastikan tidak ada barang berharga korban yang hilang meski kondisi rumah tersebut berantakan.

"Mobil juga kondisinya kunci menggantung di mobil Alphard. Sementara di kamar berantakan, sih," kata dia.

Lokasi peristiwa penemuan dua jasad ibu dan anak yang tewas di Kawasan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/8/2021). Foto: Instagram/@subangstory/HO ANTARA

Zulkarnaen memastikan, kasus ini merupakan pembunuhan. Namun motifnya masih dalam penyelidikan.

Motifnya belum diketahui jelas, yang pasti korban kenal dengan pelaku.

-AKP M Zulkarnaen

Lebih lanjut, jika melihat kondisi TKP, diduga sebelum dibunuh korban dan pelaku sempat terlibat cekcok.

"Penyerangannya tidak menimbulkan kerusakan. Posisinya sempat berantem juga kalau dilihat dari TKP," kata Zulkarnaen.