kumparan
search-gray
News7 November 2019 11:57

Ibu dan Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Surono yang Dibeton di Musala

Konten Redaksi kumparan
Ibu dan Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Surono yang Dibeton di Musala (38152)
Konfrensi pers Polres Jember terkait kasus mayat dibeton di musala rumah. Foto: kumparan
Polres Jember akhirnya mengungkap kasus mayat dibeton di musala sebuah rumah di desa Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo. Mayat yang dibeton di musala itu identitasnya adalah Surono (51), yang juga pemilik rumah.
ADVERTISEMENT
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan Surono mati karena dibunuh. Pelakunya tak lain adalah istrinya yang bernama Busani (45) dan anaknya, Bahar (25).
"Pelakunya adalah istri sendiri dan anaknya. Istri inisial B dan anaknya BHR," ujar Alfian, di kantornya, Kamis (7/11). "Pelaku melakukan pembunuhan secara berencana pada bulan Maret 2019".
Alfian mengatakan Busani dan Bahar membunuh Surono pada malam hari dengan menggunakan linggis di belakang rumah. "Busani membantu Bahar dengan cara menyiapkan alat penerangan berupa senter kepala dan menunjukkan letak linggis," kata Alfian.
Ibu dan Anak Jadi Tersangka Pembunuhan Surono yang Dibeton di Musala (38153)
Konfrensi pers Polres Jember terkait kasus mayat dibeton di musala rumah. Foto: kumparan
Menurut Alfian, pada saat itu, Bahar menyeret bapaknya yang sedang tidur ke arah belakang rumah. Di belakang rumah, Bahar langsung menghantam kepala ayahnya dengan linggis.
Busani, kata Alfian, pada saat itu ketakutan karena melihat ceceran darah. "Kemudian Bahar mengatakan kepada ibunya, 'Sudah, Bu. Biar saya selesaikan. Mana cangkul?'", kata Alfian menirukan ucapan Bahar ke ibunya.
ADVERTISEMENT
Bahar kemudian mengubur jasad ayahnya di belakang rumah. Alfian mengatakan pada bulan Maret, bagian belakang rumah Surono belum permanen.
Bahar menggali tanah di belakang rumahnya sedalam 80 cm. Jasad Surono kemudian dimasukkan secara paksa ke dalam liang lahat. "Kepala jasad menghadap barat dan posisi kaki tidak sewajarnya, tapi ditekuk memiring," kata Alfian.
Setelah mengubur jasad Surono secara asal, Bahar kemudian membeton bagian atas. Setelah membeton, Bahar kemudian masuk ke kamar ayahnya dan mengambil sebuah tas yang isinya duit senilai Rp 6 juta.
Bahar menghitung duit itu bersama ibunya. "Setelah itu Bahar kembali ke Bali karena dia kan kerja di Bali. Setelah tiga hari di Bali, Busani menyampaikan ke Bahar makam ayahnya retak," ujar Alfian.
ADVERTISEMENT
Bahar kemudian kembali ke Jember keesokan harinya. Bahar merapikan beton makam ilegal ayahnya sembari membuatkan musala di atas makam itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white