Ibu di Agam, Sumbar, Dipaksa Masuk ke Avanza Hitam, lalu Diancam dan Dirampok

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penculikan. Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penculikan. Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan

Beredar video seorang ibu menangis histeris di pinggir jalan usai disekap dalam mobil dan dirampok. Peristiwa ini diketahui terjadi di Simpang Baringin, Nagari Ampang Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Dari video yang beredar di media sosial, ibu yang diketahui bernama Helmis (48) itu terlihat panik. Barang-barang belanjaannya tampak berserakan di pinggir jalan.

Ibu ini kemudian dihampiri oleh sejumlah warga sekitar. Perekam video terdengar beristigfar dan sangat kaget dengan peristiwa perampokan tersebut.

“Astaghfirullah, siapa yang kena rampok. Ya Allah, astaghfirullah,” ucap si perekam sembari berlari panik ke lokasi korban.

“Bagaimana ciri-cirinya, kak? Minum kita di warung dulu,” kata si perekam kepada korban. Korban mengungkapkan kendaraan pelaku adalah Avanza hitam.

Terlihat seorang pengendara sepeda motor mencoba melakukan pengejaran. Pada akhir video yang viral, ketika korban diturunkan dari mobil Avanza hitam itu sempat terekam CCTV.

Pengemudi Avanza terekam turun dari mobil sembari membawa parang dan mengganti nomor polisi kendaraan yang terpasang di bagian belakang. Di sisi kiri, ibu yang menjadi korban perampokan diturunkan lalu berlari. Avanza hitam langsung tancap gas.

Polisi Selidiki

Kapolsek Ampek Angkek Canduang, AKP Saherman, menyebutkan aksi penyekapan dan perampokan yang videonya beredar di media sosial terjadi pada Sabtu (2/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban sudah membuat laporan, kasus sedang diselidiki.

“Kejadian bukan tadi, tapi hari Sabtu. Korban saat itu sedang menunggu angkot,” ujar Saherman dikonfirmasi kumparan, Rabu (6/9).

Ia mengungkapkan korban saat itu menunggu angkot, lalu dihampiri mobil Avanza hitam. Sopir menyapa dan berpura-pura kenal dan menanyakan keberadaan suami korban.

“Korban mengatakan suaminya berada di rumah. Selanjutnya pelaku menawarkan agar korban naik mobil dan sama-sama menuju rumah korban. Korban naik mobil tersebut, karena dikira teman suami korban,” kata dia.

Saat di dalam mobil, ternyata terdapat dua orang laki-laki lainnya. Mereka duduk di bagian kursi tengah. Dalam mobil itu, korban diapit dan langsung diancam.

Korban disekap dengan menggunakan jilbab yang dipakai korban. Menurut keterangan korban, kata Saherman, pelaku juga menodongkan pisau serta senjata api.

“Pelaku menodongkan sebilah pisau dan senjata api. Ini keterangan korban, senjata api ini apakah asli atau mainan masih kami selidiki,” imbuhnya.

Saherman mengatakan, korban diturunkan setelah dibawa sejauh lima kilometer dari titik lokasi dijemput. Sejumlah barang berharga korban diambil paksa oleh para pelaku.

“Pelaku mengambil tas korban dan mengambil uang yang ada di dalam tas sekitar Rp 1,5 juta serta mengambil paksa kalung korban yang dipakainya yakni 5 gram emas,” beber Saherman.

Ia mengakui mobil Avanza yang digunakan pelaku memakai nomor polisi palsu. Para pelaku sempat mengganti nomor polisi kendaraan itu saat menurunkan korban.

“Kami masih melakukan penyelidikan dalam kasus ini. Pedoman kami CCTV ini. Kami juga berkoordinasi dengan jajaran Satreskrim Polresta Bukittinggi. Semoga segera terungkap,” pungkasnya.