Ibu di Karawang Mengadu ke Bupati, Tuntut Keadilan Anaknya yang Diduga Diperkosa
ยทwaktu baca 3 menit

Nuraeni, seorang ibu asal Kecamatan Kutawaluya, Karawang menuntut keadilan terhadap anak perempuannya yang diduga jadi korban pemerkosaan. Ia mengadu kepada Bupati Karawang, Aep Syapuloh, untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Nuraeni datang ke Kantor Bupati pada Senin (29/9), lalu videonya ramai di media sosial.
Dalam video berdurasi 02.52 menit itu, Nuraeni bersama suami dan anaknya, nampak didampingi kepala desa setempat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (DP3A) Karawang.
Sambil menangis lirih, kepada Bupati Aep, Nuraeni menyampaikan anaknya menjadi korban pencabulan oknum sopir sebuah ponpes di Rengasdengklok tempat anaknya sekolah.
"Awal kejadian saya tahunya, ada yang lapor di pondok pesantren ada yang dilecehkan namanya S, 'Oh itu anak saya'. Pulang-pulang baru saya tanya, benar apa enggak kejadiannya," tutur dia.
Anaknya itu, kata dia, awalnya tak berani menjawab lantaran ketakutan.
"Satu kali dua kali nggak ngaku, yang ketiga kalinya sambil nangis baru dia ngaku," sambung Nuraeni.
Terjadi Tiga Kali, Diancam Dibunuh Pelaku
Tak hanya itu, korban juga disebut sempat mendapat ancaman akan dibunuh oleh pelaku jika perbuatan kejinya dibongkar. Alhasil kondisi psikis anaknya pun sangat terganggu.
"Malu saya sama tetangga, soalnya banyak yang tanya-tanya, terus anak saya kasihan, sudah enggak kuat fisik dan mentalnya," beber dia.
Menanggapi itu, Aep mengaku amat prihatin dengan kasus yang menimpa S. Berdasarkan keterangan keluarga korban, S diduga disetubuhi oleh pelaku sampai tiga kali.
"Saya menilai ini kejadian yang begitu miris. Saya melihat anak umur 14 tahun mentalnya sangat jatuh. Jadi kemarin aja, ngobrol dengan saya aja ada masih sedikit ketakutan," ungkap Aep kepada kumparan, Selasa (30/9).
Ironisnya lagi, kata dia, keluarga korban saat ini disomasi oleh pihak kuasa hukum pelaku jika kasus ini tidak dicabut di kepolisian.
"Ya dan ternyata malah keluarganya ini yang disomasi. Kan lucu gitu. Anak yang jadi korban. Ini keluarganya kan merasa ketakutan, somasi itu. Katanya somasi udah kedua," jelasnya.
Bupati Desak Polisi Usut Tuntas
Aep mengaku telah memberi perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Ia sudah berkoordinasi dengan Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian agar kasusnya diusut tuntas dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Saya sudah sampaikan juga ke Pak Kapolres saya akan betul-betul turun. Makanya saya sampaikan, ini aneh, gitu. (Keluarga korban) udah kena musibah, masa dia yang harus kena," sesal Aep.
Selain itu, Aep juga sudah menginstruksikan Kabag Hukum dan DP3A Karawang untuk memberikan pendampingan hukum serta psikologis kepada korban lantaran kondisinya trauma berat.
"Sekarang anaknya di rumah diamankan karena masih takut ketemu orang. Saya sudah sampaikan bahwa kita akan kawal kasus ini. Dan saya meyakini keluarga ini sangat membutuhkan, makanya kenapa keluarga ini maksa terus ketemu gitu, ternyata udah mah orang gak punya, dia harus ganti sekian katanya, kan aneh," tandas Aep.
Pelaku sudah ditangkap
Terpisah, Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, membenarkan dugaan pencabulan santriwati tersebut. Dia mengungkap saat ini pelaku sudah diamankan Polres Karawang.
"Korban berinisial SSA (15), seorang pelajar, diduga menjadi korban tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh terlapor berinisial AP alias Ending (46), warga Rengasdengklok," ucap Cep Wildan.
"Pelaku diserahkan oleh keluarganya sama Kiai ponpes," kata dia.
Menurutnya, laporan kasus itu diterima pada 10 September 2025 dari pelapor bernama Nuraeni, ibu kandung korban. Namun dia belum mengungkap modus dan bentuk pencabulan pelaku terhadap korban.
"Saat ini terduga pelaku sudah diamankan untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut oleh Unit PPA Satreskrim Polres Karawang," jelasnya.
