Ibu di Ponorogo Meninggal di Motor Saat Berobat, 4 Anaknya Dirawat Keluarga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dinsos Ponorogo mendatangi rumah duka Lu'luatun Nikmah, ibu empat anak yang meninggal dunia di atas motor di Desa Jebeng, Ponorogo, Kamis (22/10/2026). Foto: Dok. Dinsos Jatim
zoom-in-whitePerbesar
Dinsos Ponorogo mendatangi rumah duka Lu'luatun Nikmah, ibu empat anak yang meninggal dunia di atas motor di Desa Jebeng, Ponorogo, Kamis (22/10/2026). Foto: Dok. Dinsos Jatim

Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo mengunjungi rumah duka keluarga almarhumah Lu’lu Atunni’mah di Desa Jembeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Kamis (22/10/2026).

Lu’lu merupakan ibu empat anak yang meninggal dunia di atas sepeda motornya pada Sabtu (17/10) sore saat hendak berobat bersama anak bungsunya.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus membahas rencana pengasuhan keempat anak almarhumah.

"Berdasarkan hasil kunjungan, diketahui bahwa suami almarhumah telah meninggal dunia pada tahun 2024. Sejak saat itu, kebutuhan pendidikan dan sehari-hari anak-anak dibantu oleh kakak-kakak almarhumah," kata Restu saat dikonfirmasi, Kamis (22/10).

Restu menjelaskan, Lu’lu merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Selama ini, kedua kakaknya turut membantu merawat keempat anak Lu’lu. Keluarga besar pun menyatakan kesanggupan untuk melanjutkan pengasuhan anak-anak tersebut.

"Adapun kondisi pengasuhan saat ini, tiga anak pertama tetap tinggal di pondok pesantren dengan biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari yang ditanggung oleh keluarga besar," jelasnya.

Dinsos Ponorogo mendatangi rumah duka Lu'luatun Nikmah, ibu empat anak yang meninggal dunia di atas motor di Desa Jebeng, Ponorogo, Kamis (22/10/2026). Foto: Dok. Dinsos Jatim

"Sementara itu, anak keempat yang masih berusia 3,5 tahun akan diasuh oleh budhenya hingga mencapai usia sekolah. Selanjutnya, direncanakan anak tersebut akan dimasukkan ke pondok pesantren bersama kakak-kakaknya," lanjutnya.

Selain memastikan keberlanjutan pengasuhan dan pendidikan, keluarga juga memperhatikan kondisi psikologis anak-anak setelah kejadian tersebut.

Keluarga telah menyiapkan layanan konsultasi dengan psikolog untuk membantu mendampingi kondisi psikologis mereka.

"Secara umum, keluarga besar memberikan dukungan yang baik dan menyatakan kesanggupan untuk bertanggung jawab terhadap pengasuhan, pendidikan, serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari keempat anak tersebut. Meskipun demikian, pemantauan kondisi pengasuhan dan psikososial anak-anak tetap diperlukan guna memastikan kebutuhan tumbuh kembang mereka terpenuhi," ucap Restu.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/10) sekitar pukul 17.00 WIB, Lu’lu yang mengeluhkan sakit lambung berniat memeriksakan diri ke rumah seorang bidan di Desa Gombang. Dalam kondisi tubuh yang melemah, ia mengendarai sepeda motor sambil membonceng anak bungsunya yang berusia 3,5 tahun.

Seorang ibu empat anak, Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda motornya pada Sabtu (17/10/2026) dok. Istimewa

Namun, di tengah perjalanan, Lu’lu mendadak kehilangan kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia di atas sepeda motornya.

Polisi dan tenaga medis yang menerima laporan warga langsung mendatangi lokasi. Setibanya di sana, tenaga medis memeriksa kondisi korban. Namun, Lu’lu dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, kematian ibu empat anak tersebut diduga disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. Polisi juga tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa itu.