Ibu Hamil di Pandeglang 2 Jam Ditandu dan Diangkut Pakai Sampan untuk Melahirkan
·waktu baca 2 menit

Seorang ibu hamil bernama Wiwin (29) warga Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, terpaksa harus ditandu melewati aliran sungai saat hendak melahirkan, Kamis (29/5). Pandeglang berjarak sekitar 5 jam naik mobil dari Jakarta.
Warga setempat, Angga Permana, mengatakan, Wiwin terpaksa ditandu lantaran akses dari rumahnya menuju tempat pelayanan kesehatan terdekat rusak parah dan membutuhkan jarak tempuh yang lama.
Sementara menurutnya, akses tercepat untuk membawa Wiwin menuju mobil ambulans yang akan membawanya ke rumah sakit hanya bisa dilakukan oleh perahu sampan.
"Iya, jadi itu mau melahirkan karena akses jalan yang rusak parah, jadi warga memilih menggunakan perahu sekitar 2 jam. Kalau pakai jalur darat itu bisa lebih dari 2 jam pokoknya," kata Angga, Jumat ( 30/5).
Angga mengatakan, warga terpaksa menandu Wiwin menggunakan sarung yang ditopang oleh sebilah bambu sejauh 200 meter menuju perahu hingga akhirnya bisa dibawa oleh mobil ambulans yang menunggu di seberang sungai.
Penggunaan perahu sampan dilakukan lantaran tidak memungkinkannya ambulans menjangkau kediaman Wiwin karena sulitnya akses yang ditempuh.
"Warga menggotongnya bersama bidan desa, dan ambulans puskesmas bantu menjemput di pertengahan jalan untuk dibawa ke puskesmas. Kalau jalur darat itu lebih lama, sejauh 6 kilometer dan rusak parah," ujarnya.
Setelah sampai di Puskesmas, petugas medis langsung melakukan penanganan. Wiwin berhasil melahirkan, dia dan anaknya selamat.
Angga mengungkapkan, kejadian warga yang terpaksa ditandu saat hendak melahirkan bukan kali pertama terjadi di daerahnya, hal itu lantaran akses menuju Desa Leuwibalang mengalami kerusakan parah dan sudah bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki.
"Kalau kejadian yang ditandu ini bukan kali pertama, sudah sering banget," tandasnya.
