Ibu Korban Pembunuhan di Citarum: Hukum Berat Pelaku, Nyawa Ganti Nyawa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampang pelaku pembunuhan DO, pegawai minimarket yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tampang pelaku pembunuhan DO, pegawai minimarket yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Citarum Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang. Foto: kumparan

Yayah, ibu dari Dina Oktaviani, karyawati minimarket yang ditemukan tewas di Sungai Citarum, Karawang menduga pengakuan pelaku Heryanto (27) bohong. Pelaku adalah atasan korban.

Heryanto sebelumnya mengaku korban sering curhat soal asmara dan minta dicarikan 'orang pintar'. Namun, di tengah jalan, muncul keinginan Heryanto ingin menguasai uang korban.

Yahna menilai pengakuan Heryanto adalah kebohongan.

"Kalau dia memang mau mengantar ke tempat yang seperti itu, kenapa harus membunuh anak saya? Berarti dugaannya, dia ini murni. Ada niat. Iya, mungkin udah direncanakan. Mungkin," kata Yayah, Minggu (12/10).

Evakuasi jenazah perempuan yang ditemukan di Sungai Citarum, Karawang, Selasa (7/10/2025). Foto: Dok. Istimewa

Yayah menduga hal itu lantaran sebelumnya korban sempat bercerita pelaku ingin meminjam uang, namun menolak dikirim melalui transfer dan meminta agar uang tersebut diantarkan langsung ke rumahnya.

Dari situ, Yayah menduga pelaku sengaja menjebak korban.

"Si pelaku, si baj*ngan itu, si br*ngsek itu yang mau pinjem uang. Cuma sama Dina mau di-transfer enggak boleh, pengin diantarin aja ke rumahnya, gitu," tegasnya.

"Ya katanya, 'Mah, Pak Heri itu pengin pinjam uang tapi nggak mau ditransfer, gitu kan, pengennya diantarin langsung," tambah Yayah.

Ibu korban juga meyakini pengakuan si pelaku yang menyebut Dina ingin curhat hanyalah karangan belaka. "Sebenarnya bohong," imbuh Yayah.

Minta Nyawa Dibayar Nyawa

Pihak keluarga, kata dia, hanya berharap kasus ini bisa segera terungkap kebenarannya, dan pelaku agar mendapat hukuman seberat-beratnya atas perbuatannya.

“Kalau bisa dihukum seberat mungkin. Kalau bisa, nyawanya diganti dengan nyawa anak saya,” ucap Yayah.

Yayah terakhir kali bertemu dengan anaknya itu pada Sabtu (4/10) lalu. Saat itu hendak kembali bekerja, Dina masih tampak ceria dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.

Yayah, ibu dari Dina Oktaviani, karyawati minimarket yang menjadi korban pembunuhan oleh atasannya di Purwakarta. Foto: kumparan

Dina sempat mengabari ibunya sekitar pukul 19.39 WIB, memberitahukan bahwa ia sudah tiba di kos di wilayah Purwakarta.

"Iya kan dia pulang dari sini (rumah) kan, habis maghrib terakhir WA. Pas 19.39 terakhir, WA sama ibu cuma ngasih kabar, 'Mah udah sampai rumah kosan, gitu aja'. Hari minggunya dia masih kerja kan," jelasnya.