Ibu Ridwan Kamil: Eril Lahir di Amerika, Meninggal di Eropa, Dimakamkan di Asia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keluarga Atalia di lokasi pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Cimaung, Bandung, Senin (13/6/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Keluarga Atalia di lokasi pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Cimaung, Bandung, Senin (13/6/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ibu dari Ridwan Kamil, Tjutju Sukaesih, turut hadir dalam pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di pemakaman keluarga di kawasan Islamic Center Baitul Ridwan di Kampung Geger Beas, Desa Cimaung, Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (13/6).

Jenazah Eril sudah dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah jenazah dimakamkan, pihak keluarga memberikan kata sambutan.

Tjutju Sukaesih memberikan sambutan usai azan zuhur setelah anaknya Ridwan Kamil. Ia mengatakan, dirinya sejak Eril dinyatakan hilang di Sungai Aare selalu berdoa agar cucunya segera ditemukan.

"Saya adalah nenek untuk Eril. Alhamdulillah ya Allah saya mengharapkan dan mendoakan Eril bisa muncul ke permukaan," kata Tjutju.

Peosesi pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Cimaung, Bandung, Senin (13/6/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Tjutju kemudian menceritakan sedikit perjalanan hidup Eril sejak almarhum lahir hingga hari ini dimakamkan.

"Dia lahir di benua Amerika dan kejadian ini (meninggal) di benua Eropa dan takdirnya seperti yang kita saksikan. Tapi saya mohon, bisa dikuburkan di negeri di benua Asia dan Indonesia khususnya dan sekarang kita saksikan tempat Eril dikuburkan," kata Tjutju.

Lebih lanjut, Tjutju yang kini berusia 83 tahun itu mengatakan doanya telah terkabul. Ia menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah mendoakan almarhum cucunya.

"Dan itulah yang ingin saya sampaikan bahwa doa saya telah terkabul dan saya telah menitipkan kain kafan kepada anak saya (Ridwan Kamil) pada saat di swiss untuk mengkafani beliau (Eril)," tutur Tjutju.

"Mohon doanya semoga kita semua belajar dari yang apa Eril lakukan dan semua anak saya, khususnya Muhammad Ridwan Kamil dijadikan pemimpin yang adil menurut engkau ya Allah dan bukan adil menurut manusia karena manusia sering tidak puas," tutup dia.

Peosesi pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Cimaung, Bandung, Senin (13/6/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Putra sulung Ridwan Kamil dan Atalia Praratya ini, lahir di New York, Amerika Serikat, pada 25 Juni 1999. Eril lahir ketika Ridwan Kamil saat itu sedang menyelesaikan pendidikan Master of Urban Design di University of California, Berkeley.

Eril menamatkan pendidikan sekolah menengah dari SMA Negeri 3 Bandung setelah sebelumnya bersekolah di Pondok Pesantren Darul Hikam Bandung.

kumparan post embed

Eril tenggelam di Sungai Aare pada 26 Mei. Berbagai pihak dilibatkan untuk melakukan pencarian. Setelah dua minggu pencarian, jenazah Eril ditemukan di Bendungan Engehalde pada Rabu (8/6), sekitar 3,5 km dari lokasi dia berenang.

Jenazah ditemukan seorang guru SD bernama Geraldine Beldi saat sedang menuju tempat kerjanya. Ridwan Kamil sempat bertemu Geraldine Beldi untuk mengucapkan terima kasih.