Ical: Golkar Pemenang Kedua Pileg Saat Keadaan Begitu Berat

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menilai perolehan suara partainya di gelaran Pileg 2019 lalu sudah cukup baik. Politikus yang akrab disapa Ical itu mengatakan, meski dalam keadaan yang sulit, Golkar tetap mampu meraih suara terbanyak kedua dalam pileg.
"Memang keadaan yang sangat sulit untuk bisa ke nomor dua, kan (itu) baik. Tentu kita ada evaluasi, tapi saya kira apa yang sudah dilakukan baik-baik, dari keadaan yang begitu berat," ujar Ical usai ibadah salat Idul Adha di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (11/8).
Ia menuturkan, evaluasi harus dilakukan untuk menghadapi gelaran pilkada serentak tahun 2020 mendatang, agar Golkar dapat meraih kemenangan signifikan di pilkada mendatang.
"Bagaimana tahun 2020 datang lebih bagus lagi. Pada waktu pilkada, bagaimana pada waktu pileg lebih bagus lagi (untuk Golkar)," jelas Ical.
Ical juga mengatakan, evaluasi juga terus dilakukan agar pada Pilpres 2024 partainya harus bisa mengusung calon presiden sendiri.
"Pilpres ke depan Golkar bisa mengusung calonnya sendiri. Nah itu kita evaluasi dari yang lalu untuk lebih baik ke depan," pungkas Ical.
Sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 lalu, Golkar memang beberapa kali mengalami pergantian ketua umum. Kala itu ketua umum Golkar Setya Novanto terjerat kasus dugaan korupsi e-KTP. Sementara, mantan sekjen partai yang juga mantan Menteri Sosial, Idrus Marham ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt.
