ICW: Ada Pemufakatan Jahat di Kunjungan Pansus KPK ke Sukamiskin

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivis ICW Donal Fariz. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aktivis ICW Donal Fariz. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kunjungan Pansus Hak Angket KPK ke Lapas Sukamiskin, Bandung, sebagai tindakan tidak terpuji. Langkah itu dipandang ICW adalah usaha mendiskreditkan kinerja KPK.

"Mewawancarai koruptor untuk menilai KPK adalah sebuah pemufakatan jahat untuk mendeskreditkan KPK," ujar aktivis ICW Donal Fariz dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/7).

Dalam kunjungan itu, anggota pansus mengagendakan wawancara kepada napi korupsi perihal kinerja penanganan perkara KPK.

Tim Pansus KPK mengunjungi Lapas Sukamiskin (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tim Pansus KPK mengunjungi Lapas Sukamiskin (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Donal beranggapan hal tersebut dapat menciptakan sebuah asumsi negatif terhadap kinerja KPK. Mengingat para narapidana tersebut adalah koruptor yang dijebloskan KPK ke dalam tahanan.

"Mewancarai koruptor patut diduga sebagai skenario menciptakan kampanye negatif kepada KPK ( black campaign). Sudah dapat ditebak, sebaik apapun kinerja KPK, jika narasumbernya adalah koruptor pasti penilaiannya jelek kepada KPK," katanya.

Donal mengatakan tidak tepat ihwal keputusan mewawancarai sejumlah narapida koruptor tersebut. Karena, seluruh narapidana tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan di pengadilan melakukan tindak pidana korupsi.

Sementara jika ada kekeliruan dan penyimpangan dalam proses hukum yang dilakukan KPK, tentu akan muncul putusan bebas atau lepas terhadap narapidana tersebut.

"Seluruh terpidana korupsi yang berkekuatan hukum tetap, sudah terbukti melakukan kejahatan korupsi. Pada saat yang sama, vonis bersalah tersebut membuktikan kinerja KPK sudah benar," kata Donal.

Kunjungan Pansus Hak Angket ke Lapas Sukamiskin (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan Pansus Hak Angket ke Lapas Sukamiskin (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Lebih jauh, Donal menuturkan, jika seluruh proses hukum yang telah diambil KPK dinilai berbeda oleh pansus dan para koruptor ia memastikan kunjungan pansus tersebut sarat akan nilai politis. Kunjungan itu akan jadi panggung sandiwara pansus untuk terus mencari-cari kesalahan dari KPK.

"Ini jelas adalah kolaborasi koruptor dan pansus hak angket untuk melemahkan bahkan membubarkan KPK," kata dia.