ICW Ingatkan Jokowi soal Calon Kapolri: Jangan Sampai Kejadian BG Terulang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kurnia Ramadhana ICW. Foto: Dwi Herlambang Ade Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kurnia Ramadhana ICW. Foto: Dwi Herlambang Ade Putra/kumparan

Presiden Jokowi diminta melibatkan lembaga pengawas dalam memilih salah satu nama dari 5 kandidat calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang akan pensiun 1 Februari mendatang.

Kandidat yang direkomendasikan akan menjalani fit and proper test di DPR. Hal itu untuk memastikan rekam jejaknya teruji dan baik.

Presiden Joko Widodo di Penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Tahun 2020 di Istana Negara, Rabu (11/11). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Peneliti ICW Kurnia Ramadhan mengatakan, Presiden harus menyeleksi secara ketat calon Kapolri yang akan diajukan ke DPR. Salah satunya dengan mempertimbangkan agar insiden Budi Gunawan tidak terulang.

“Jangan sampai terjadi, seperti yang lalu. Presiden mengirimkan nama Jenderal Budi Gunawan ke DPR. Beberapa waktu kemudian yang bersangkutan ditetapkan tersangka oleh KPK. Maka untuk itu presiden harus filter,” kata Kurnia, Senin (11/1).

Kurnia menyebut, lembaga pengawas seperti KPK, PPATK, hingga Dirjen Pajak harus dilibatkan dalam memeriksa rekam jejak calon Kapolri.

“Presiden dapat meminta pertimbangan ke lembaga pengawas seperti KPK. PPATK. Dirjen Pajak untuk melihat kepatuhan LHKPN dan adanya transaksi mencurigakan di antara calon kapolri saat ini,” ujar Kurnia.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pimpin sertijab Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya. Foto: Polri

Budi Gunawan sempat diajukan Jokowi menjadi calon Kapolri. Pria yang karib disapa BG itu kemudian menjalani fit and proper test di DPR.

Belum juga hasil keluar, KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka. Budi Gunawan lalu mengajukan gugatan praperadilan. Hakim mengabulkan gugatan BG.

Hingga akhirnya Badrodin Haiti yang saat itu menjadi Wakapolri naik menjadi Kapolri. Lalu kemudian Tito Karnavian menjadi Kapolri.