IDAI Ungkap Tanda Bahaya Flu pada Anak: Sulit Dibangunkan-Tak Kencing 6 Jam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua untuk memperhatikan kondisi anak ketika mengalami influenza. Sejumlah perubahan pada aktivitas, asupan cairan, hingga frekuensi buang air kecil dapat menjadi tanda kondisi anak mulai memburuk.

Penasihat Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, Anggraini Alam, mengatakan orang tua dapat memantau tiga hal utama pada anak, yakni aktivitas, asupan (intake), dan keluaran (output).

“Petunjuk emas dari orang tua, yakni aktivitas, intake, output,” kata Anggraini dalam seminar media IDAI, dikutip Sabtu (19/9).

Ketika anak sakit, aktivitas menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Anggraini menuturkan, jika demam sudah turun dan anak kembali aktif seperti biasa, hal itu merupakan tanda yang baik.

Selain aktivitas, orang tua juga perlu memastikan anak tetap mau minum dan buang air kecil.

“Dia masih mau minum, kalau makan mungkin kurang, masih mau minum, dan buang air kecil kita lihat tiap 4 jam sekali karena dia banyak minum itu bagus, itu oke,” paparnya.

Sebaliknya, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda bahaya.

Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, menurut Anggraini, mulai dari anak sulit dibangunkan, tampak gelisah tidak seperti biasanya, mengalami kejang, napas cepat, hingga tubuh terlihat kebiruan.

“Tentunya segeralah ke instalasi gawat darurat (IGD) bilamana kok anak sulit dibangunkan, atau dia justru gelisah tidak seperti biasa, ada kejang, ada napas cepat, kok tampak kebiruan, kok ada bleeding,” jelas dia.

Lebih lanjut, orang tua juga perlu memperhatikan frekuensi buang air kecil. Jika anak tidak buang air kecil dalam waktu enam jam, kondisi tersebut juga perlu segera ditangani.

“Bahkan juga bila 6 jam kok anak kita belum kencing-kencing. Tentunya cepat perbaiki asupannya,” lanjutnya.

Namun, apabila anak tidak mampu minum dengan cukup, Anggraini menyarankan orang tua segera membawanya ke dokter atau IGD.

“Enggak sanggup minumnya, bawa ke IGD atau bawa ke dokter kalau IGD penuh, segera,” kata dia.