IDI: 1 dari 3 Orang Asimtomatik Corona Bisa Sebarkan Virus

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua PB IDI Daeng M Faqih memberikan sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS dan PB IDI di Kantor PB IDI, Jakarta.  Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PB IDI Daeng M Faqih memberikan sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS dan PB IDI di Kantor PB IDI, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan bahwa dari setiap 3 orang yang ada dalam tempat yang sama, kemungkinan satu orang merupakan asimtomatik atau tidak menunjukkan gejala penyakit. Sehingga selalu ada potensi penularan virus, termasuk COVID-19, ketika tiga orang berkumpul.

Ketum PB IDI Daeng Mohammad Faqih menjelaskan, asimtomatik merupakan orang yang tidak bergejala, tetapi mempunyai kemampuan menyebarkan virus. Kemampuan penyebarannya sama dengan orang terinfeksi yang bergejala.

"Penularan dapat terjadi tanpa disadari karena data global, 1 dari 3 orang bisa bersifat asimtomatik atau presymptomatic," jelas Daeng dalam diskusi virtual, Rabu (10/3).

"Apabila ada seseorang yang terinfeksi baik bergejala maupun tidak bergejala, secara tidak disadari menghembuskan napas pun dapat menyebarkan virus," lanjutnya.

Seorang warga dengan masker di wajahnya melintas di dekat mural kampanye pencegahan penyebaran COVID-19 di Depok, Jawa Barat, Kamis (13/8/2020). Foto: WAHYU PUTRO A/ANTARA FOTO

Daeng menjelaskan jika asimtomatik tidak dikendalikan, maka penularan virus akan terus terjadi. Maka perlu ada pengendalian, misalnya dengan memastikan pembersihan udara, baik dengan bantuan alat atau sirkulasi yang baik. Juga dengan penggunaan masker yang tepat.

"Untuk membendung asimtomatik itu dilakukan dengan baik. Kalau itu enggak dilakukan dengan baik, akan banyak kasus asimtomatik yang sulit dideteksi, dikendalikan, kami khawatir ini enggak selesai-selesai, karena kita berkumpul pasti ada asimtomatik," jelasnya.

Namun sampai saat ini pihaknya masih melakukan kajian yang menyebut hubungan antara asimptomatik dan kasus aktif di Indonesia.

"Kami masih mengkaji. Nanti kajiannya akan kami sampaikan, mungkin seminggu 2 minggu," kata Daeng.

Dia kemudian mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak stres. Sebab jika stres dan imun turun, akan lebih rentan terinfeksi virus dan kemudian bergejala.