IDI: Pakar Sebut OTG Bernapas Sudah Keluarkan Droplet Virus Corona

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

Ketua PB IDI Daeng M Faqih memberikan sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS dan PB IDI di Kantor PB IDI, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PB IDI Daeng M Faqih memberikan sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS dan PB IDI di Kantor PB IDI, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Indonesia masih terus berupaya menekan penyebaran virus corona yang terus meroket. Bahkan, kasus harian aktif pada Kamis (17/6) mencapai angka 12 ribu.

Ketua Umum IDI Daeng Mohammad Faqih menyoroti pasien tanpa gejala (OTG) yang juga harus mendapat perhatian lebih dalam pengendalian dan penanganannya. Menurutnya, OTG yang bernapas saja berpotensi mengeluarkan droplet corona.

Infografik tips cegah penyakit penyerta COVID-19. Foto: kumparan

"Virusnya sudah ada. Bahkan para pakar juga mengatakan dia (OTG) bernapas sudah mengeluarkan (droplet)," tuturnya saat diskusi polemik MNC Trijaya, Sabtu (19/6).

Daeng menambahkan, pemeriksaan bagi OTG juga harus dilakukan secara berkala meskipun ia mendapat hasil tes negatif.

"Kalau dia OTG itu sudah berpotensi menular, kalau nilainya (hasil tes swab) negatif, jangan langsung dilepas. PCR pertama negatif, kedua harus diperiksa lagi. Karena OTG ini berat, ke mana-mana membawa virus," imbuhnya.

Ilustrasi Perempuan Pakai Masker Foto: Dok. Shutterstock

Meskipun sudah diproteksi menggunakan masker, menurut Daeng, masih ada celah yang bisa menular melalui aerosol.

Aerosol merupakan bagian dari droplet yang keluar dari tubuh, baik dari mulut, hidung, keringat. Partikel tersebut memiliki kemampuan untuk mengapung di udara.

"Aerosol tersebut bisa mengambang selama 3 jam. Harus diperketat masker harus yang bisa melindungi, kalau takut harus di-double," tuturnya.

Sementara itu, ia juga mengimbau kepada pemerintah untuk memberikan terobosan baru dalam pengendalian virus corona dengan memberikan filter udara di ruangan-ruangan tertutup yang digunakan sebagai fasilitas publik.

"Seharusnya seluruh tempat selain melakukan prokes, harus ada strategi dengan menjamin ruangan bersih dari aerosol-aerosol itu," pungkasnya.

==

embed from external kumparan