IGD Rumah Sakit di Jakarta Mulai Penuh, Pasien Non-COVID-19 Juga Rasakan Dampak

30 Januari 2022 20:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Petugas mengendarai mobil Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menjemput bayi terkonfirmasi negatif yang ibunya terpapar COVID-19 di Jakarta. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengendarai mobil Ambulans Gawat Darurat Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menjemput bayi terkonfirmasi negatif yang ibunya terpapar COVID-19 di Jakarta. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Kasus corona yang semakin tinggi mulai berdampak pada padatnya rumah sakit di Jakarta. Tidak mudah untuk mendapatkan perawatan bahkan bagi pasien non-COVID-19.
ADVERTISEMENT
Setidaknya ini dirasakan Ririn (45). Ririn harus berusaha keras mencari rumah sakit untuk merawat ibunya yang sudah berusia 82 tahun.
Awalnya, Ririn datang RS Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Dia langsung menuju ke IGD, tapi suasananya tak pernah dibayangkan sebelumnya.
"Sampai sana IGD penuh. Karena masih pandemi, setiap pasien harus tes PCR dulu. Kalau mau masuk kamar rawat harus menunggu hasil negatif," kata Ririn saat dihubungi, Minggu (30/1).
Ririn mengungkapkan, ibunya memang mengalami sesak napas. Tapi dipastikan tidak positif corona.
Petugas membawa pasien dari mobil ambulans yang diduga terkena virus corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Rabu (4/3).  Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas membawa pasien dari mobil ambulans yang diduga terkena virus corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Rabu (4/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Hal lain yang membuatnya makin khawatir, yakni karena ibunya belum divaksin karena kondisi tak memungkinkan.
"Memang belum vaksin karena kondisinya tidak memungkinkan. Sudah tua dan hanya bisa berbaring di tempat tidur," jelas dia.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Lihat IGD penuh kami sekeluarga jadi khawatir. Waktu nunggu hasil PCR kan 6 jam. Jadi harus nunggu di IGD," tambah dia.
Ririn akhirnya berusaha mencari rumah sakit lain. Dia meminta bantuan sejumlah kerabat untuk menghubungi rumah sakit lainnya.
"Ada beberapa yang dihubungi juga penuh. Akhirnya disaranin ke RS Omni Pulomas," kata dia.
Petugas Ambulans Puskesmas Kebayoran Baru, bersiap membawa pasien yang diduga terkena virus Corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Ambulans Puskesmas Kebayoran Baru, bersiap membawa pasien yang diduga terkena virus Corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Ririn dan keluarga langsung membawa lagi ibunya ke RS Omni. 30 menit perjalanan lalu tiba di IGD RS Omni.
"Di sini lebih jauh lebih nyaman dan lengang. Sampai langsung PCR. Iya tetap harus menunggu 6 jam tapi paling tidak enggak sepadat yang pertama," ucap dia.
Hari ini, kasus corona di Jakarta bertambah 6.613 orang. Kasus corona aktif di Jakarta kembali tinggi mencapai 24 ribu orang.
ADVERTISEMENT
Total kasus omicron juga sudah 3.000 lebih. 44% di antaranya merupakan transmisi lokal.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020