Ikan Sapu-Sapu 'Kuasai' Aliran Sungai di Pusat Kota Jakarta
·waktu baca 2 menit

Pemandangan tak biasa terlihat di aliran sungai depan sebuah mal di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (31/3).
Pantauan kumparan di lokasi, ikan sapu-sapu tampak memenuhi permukaan hingga dasar aliran air, dengan ukuran yang relatif besar.
Gerombolan ikan berwarna gelap itu terlihat bergerombol di sejumlah titik.
Dalam kondisi air yang cukup tenang, tubuh ikan tampak jelas dari permukaan, bahkan beberapa kali muncul ke atas.
Keberadaan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar ini menarik perhatian warga yang melintas.
Tak sedikit yang berhenti untuk melihat langsung hingga mengabadikannya dengan ponsel.
Salah satu warga, Firdaus (20), yang tengah berjalan-jalan di kawasan tersebut, langsung mengenali jenis ikan itu.
“Itu ikan sapu-sapu ya,” ujarnya kepada kumparan, Selasa (31/3).
Firdaus menilai, keberadaan ikan tersebut memiliki dua sisi. Di satu sisi, ikan sapu-sapu dikenal sebagai pembersih perairan.
“Sebenarnya kalau menurut saya ada untung dan ruginya. Untungnya dia dikenal seperti cleaning service alias ikan pembersih, sesuai namanya ikan sapu-sapu berarti membersihkan air ya,” katanya.
Namun di sisi lain, ia menilai ikan ini juga berpotensi merusak lingkungan.
“Kerugiannya menyebabkan kerusakan lingkungan secara tidak langsung,” lanjutnya.
Firdaus mengaku pernah melihat fenomena serupa, meski bukan di Jakarta.
Meski demikian, ia meragukan anggapan banyaknya ikan sapu-sapu menandakan air bersih.
“Kalau dibilang bersih harusnya bersih ya, cuma karena sapu-sapu mengandung sesuatu hal jadi sungainya bisa tercemar,” ucapnya.
Sementara itu, Fajar (27), perantau asal Kebumen, Jawa Tengah, yang baru 6 bulan tinggal di Jakarta, juga mengaku terkejut melihat fenomena tersebut.
“Biasanya sapu-sapu itu makannya apa saja, jadi seumpama besar seperti ini, agak kaget juga sih,” ujarnya.
Ia membandingkan kondisi sungai di kampung halamannya dengan di Jakarta.
“Kalau di desa saya, sungainya bersih dan jernih, apalagi dekat pegunungan. Di kota lihat airnya yang keruh dan sapu-sapu-nya besar ya kaget banget sih,” tuturnya.
Fajar menambahkan, keberadaan ikan sapu-sapu di kampungnya tidak sebesar yang ia lihat di Jakarta.
“Di desa mungkin sungainya ada sapu-sapu, tapi nggak sebesar ini. Jadi kaget,” pungkasnya.
Fenomena ini pun menjadi perhatian warga sekitar, sekaligus memunculkan diskusi mengenai kondisi kualitas air dan dampak keberadaan ikan sapu-sapu di perairan perkotaan.
