Ikut Lapak Ganjar, Kerajinan Batok Kelapa Kudus Diorder hingga Australia
ยทwaktu baca 2 menit

Pemasaran produk UMKM dengan memanfaatkan program Lapak Ganjar membawa angin segar. Program yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini membuat UMKM kecipratan manfaat.
Satu di antaranya adalah UMKM kerajinan batok kelapa Oni Made Batok Craft, Kabupaten Kudus.
Tiar Bachroni, pemilik Oni Made Craft mengatakan, pernah mengikuti program Lapak Ganjar beberapa waktu lalu. Dia mencobanya selama dua kali.
"Alhamdulillah, Pak Ganjar ikut me-repost saya. Itu sudah dua kali," kata Roni ditemui di tempat pembuatan kerajinannya di Desa Ngemplak, RT 2 RW 1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, beberapa hari lalu.
Usai di-repost di Lapak Ganjar, hasilnya usaha kerajinan pengolahan batok kelapanya menjadi lebih dikenal masyarakat. Pemuda 27 tahun ini membeberkan beberapa dampak baik yang dirasakan. Misalnya seperti bertambahnya pengikut di akun media sosial Instagram-nya sampai adanya warga yang membeli produk.
"Untuk efeknya dari Lapak Ganjar ya cukup bagus. Karena dari tersebut banyak pengguna akun Instagram yang mem-follow dari akun saya dan juga beberapa dari mereka ikut membeli produk saya. Kayak mangkuk, cangkir dari batok kelapa," bebernya lebih lanjut.
Seingatnya, beberapa order pembelian yang dilayani di antaranya di dalam kota, hingga luar kota di Jawa Barat seperti Bandung, dan Bogor. Order luar kota lainnya adalah Semarang, dan lainnya. Tidak hanya itu, tidak sedikit pula konsumen yang bertanya langsung via percakapan di Instagram.
Menurutnya, order juga pernah berdatangan dari luar negeri. Yang terbaru setelah di-repost di Lapak Ganjar adalah pesanan dari negeri Kanguru, Australia. "Itu efek dari Lapak Ganjar, jadi kayak gitu. Dulu pernah ada dari Filipina, Inggris, Singapura, Australia juga pernah," terangnya secara bangga.
Oni menjelaskan singkat tentang usahanya yang mengubah kerajinan limbah batok kelapa menjadi lebih estetik dan bernilai guna. Sejumlah kerajinan yang dibuatnya seperti halnya alat rumah tangga seperti mangkuk, cangkir, tempat piring, dan lainnya.
Dia menyebut produknya ramah lingkungan dan tanpa menggunakan bahan kimia seperti fernish atau melamin. "Kita murni alami. Orang-orang luar suka dengan produk ramah lingkungan," ucapnya.
Dia bercita-cita ingin membuat sentra Kerajinan batok kelapa di kampungnya agar bisa memberi bermanfaat bagi warga sekitar. Seperti halnya, mereka bisa ikut bekerja di tempatnya. Selama ini, di workshop-nya terdapat dua orang warga yang bekerja.
"Saya harap bisa lebih mengenalkan produk. Ini lho ada produk dari kerajinan muda Jawa Tengah. Kudus. Indonesia asli lho," pungkasnya.
