Imbas Asap Karhutla, 2 Pesawat Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Sejumlah pesawat gagal mendarat akibat jarak pandang yang terbatas pada Rabu (7/10) pagi.
Executive General Manager Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Achmad, mengatakan salah satu pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 292 rute Jakarta-Pekanbaru melakukan return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal.
"JT 292 rute CGK-PKU mengalami RTB ke Bandara Soekarno-Hatta karena kondisi cuaca di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, khususnya jarak pandang yang berada pada angka 600 meter," kata Achmad, Rabu (7/10).
Selain itu, pesawat Citilink dari Jakarta tujuan Pekanbaru juga batal mendarat. Namun, Citilink tidak melakukan RTB, melainkan mengalihkan penerbangannya ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
"Berdasarkan pantauan Flightradar24, Citilink sempat berputar-putar di wilayah udara Kota Pekanbaru, yang kemudian bergerak ke arah timur menuju Kota Batam," ujarnya.
Sementara itu, pesawat Pelita Air dari Bandara Soekarno-Hatta berhasil mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Sebelum berhasil mendarat, pesawat Pelita Air tersebut melakukan perubahan pola penerbangan dan lima kali berputar di udara.
"Alhamdulillah Pelita Air berhasil mendarat," singkatnya.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas penerbangan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan.
"Kami terus memantau kondisi operasional bandara secara berkala dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan," pungkasnya.
