Imbas Bentrok 2 Simpatisan Parpol di Muntilan: Warga Diimbau Tak Keluar Rumah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutter Stock

Warga sekitar Kecamatan Muntilan diimbau untuk tidak keluar rumah. Imbauan itu imbas dari adanya bentrok antara dua kelompok simpatisan parpol di dekat toko oleh-oleh tape ketan di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (15/10).

Imbauan itu diumumkan di salah satu masjid di dekat lokasi kejadian. Sebagaimana keterangan dari Ima (30) warga sekitar.

"Tadi habis isyaan di masjid ada pengumuman warga diminta buat enggak keluar rumah dulu, apalagi lewat jalan pemuda karena bentrokan dan macet. Tapi katanya sekarang udah kondusif," kata Ima warga muntilan.

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Satake Bayu. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, bentrokan ini terjadi sebanyak dua kali di lokasi berbeda. Peristiwa pertama terjadi di Batikan Pabelan, Kecamatan Maungkid, Magelang, sekitar pukul 15.20 WIB. Diawali saat Laskar BSM Jogja pulang ke arah Yogyakarta.

Sesampainya di Batikan itu, terjadi gesekan dengan laskar GPK Militan.

Dari GPK Militan ada yang luka terkena lemparan batu. Korban ini merupakan warga Pabelan, Mungid. Kemudian laskar BSM Jogja melanjutkan perjalanan.

"Sesampainya di depan kantor DPC PDIP Prumpung Muntilan, ada penghadapan oleh oknum GPK Militan, terjadi saling lempar batu, terdapat 1 unit sepeda motor milik Laskar BSM Jogja rusak," kata Satake.

Kemudian laskar BSM Jogja yang disebut berjumlah sekitar 200 orang melanjutkan perjalanan.

Saat rombongan sampai di Mutilan, terjadi gesekan lagi sekitar pukul 16.00 WIB. Terjadi pengadangan oleh anggota GPK Militan dan Ketua Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FAUIB) terhadap Laskar BSM Jogja.

Pengadangan oleh massa hampir 300 orang itu karena tidak terima peristiwa yang terjadi di Batikan.

"Lalu terjadilah cekcok mulut antara saudara Anang Imamudin (Ketua FAUIB) dengan anggota PDIP Laskar Brigodo Wirodigdo Jogja, kemudian langsung timbul saling lempar batu antara kedua belah pihak di jalan pemuda tepatnya di depan toko oleh-oleh tape ketan," tutur Satake.

Enam motor dibakar oleh massa yang bentrok. Polisi yang berada berada di lokasi langsung melerai dan menenangkan kedua pihak. Ada korban luka, tetapi tidak ada korban jiwa.

"Situasi sudah terkendali," kata Satake.