Imbas Bentrok Oknum TNI dan Brimob di Maluku, Asrama Polisi Rusak

21 Desember 2019 10:25 WIB
comment
45
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Polisi berbaris saat gelar pasukan. Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
zoom-in-whitePerbesar
Polisi berbaris saat gelar pasukan. Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
ADVERTISEMENT
Empat polisi terluka akibat bentrokan antara oknum TNI dan anggota Brimob di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Jumat (20/12). Selain itu, bentrokan juga menyebabkan asrama Polres Maluku Tenggara Barat (MTB) rusak.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Roem Ohirat, mengatakan, asrama Polres MTB rusak karena dilempar batu oleh oknum TNI usai pihak kepolisian melerai bentrokan itu.
“Setelah Kipan 734/SNS (oknum TNI) didorong untuk kembali ke Mako Batalyon. Saat dalam perjalanan kembali, personel melakukan pelemparan perumahan asrama Polres MTB,” kata Roem lewat keterangannya, Sabtu (21/12).
Ilustrasi perusakan kaca. Foto: pixabay
Roem menuturkan, ada sebagian oknum TNI yang mencoba memukul personel Polres MTB saat melerai dan mengamankan anggota yang terlibat bentrok.
“Sebagian melakukan pemukulan terhadap personel Polres MTB yang saat itu sedang melakukan pengamanan TKP. Namun sebagian di antara mereka mengamankan anggota Polres yang ada di TKP,” ujar Roem.
Ilustrasi bentrok dan perkelahian. Foto: Muhammad Faisal Nu'man / kumparan
Bentrokan ini bermula saat anggota Brimob bernama Bharatu Marselinus Laikier berpatroli rutin di Jalan Satos dan menegur oknum TNI berpakaian sipil bernama Prada Palisoa karena tak memakai helm saat berkendara.
ADVERTISEMENT
Diduga tak terima ditegur, Prada Palisoa berkelahi dengan Bharatu Marselinus. Tidak jauh dari lokasi terdapat anggota TNI dari Kompi 734/SNS Saumlaki yang kemudian membantu Prada Palisoa, dengan mengeluarkan sangkur, Merasa terdesak, Bharatu Marselinus melepas tembakan peringatan.
“Bersamaan, beberapa anggota Kipan 734 SNS yang berada di TKP karena mengantar ibu-ibu Persit yang berbelanja di Satos melihat kejadian tersebut, sehingga tidak terima dan terjadi perkelahian di TKP,” ujar Roem.