Imbas Demo Ricuh, Penumpang Ngemper di Stasiun Tanah Abang, Tunggu Peron Dibuka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hartika (27), penumpang KRL yang duduk menunggu peron 5 dan 6 dibuka di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hartika (27), penumpang KRL yang duduk menunggu peron 5 dan 6 dibuka di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang terpaksa duduk mengemper di depan pintu masuk peron 5 dan 6 pada Kamis (28/8) sore.

Pantauan kumparan pukul 17.19 WIB, area stasiun tampak ramai lantaran jalur menuju Serpong, Parung Panjang, dan Rangkasbitung ditutup imbas aksi demonstrasi ricuh di DPR.

Petugas KRL berjaga berjejer di depan peron sambil mengumumkan lewat pengeras suara: “Bagi anda yang menuju Stasiun Serpong, Parung Panjang, Rangkasbitung. Sehubungan adanya aksi massa di Palmerah, silakan menggunakan transportasi lain, untuk berangkat dari Stasiun Kebayoran.”

Suasana Stasiun KRL Tanah Abang saat peron 5 dan 6 tak dibuka imbas demo di DPR, Kamis (28/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sarah (20), salah satu penumpang tujuan Parung Panjang, mengaku sudah menunggu sejak pukul 16.40 WIB.

“Iya udah ditutup,” ujarnya.

Menurut Sarah, kondisi hari ini berbeda dari saat kejadian demo, Senin (25/8) lalu.

Suasana Stasiun KRL Tanah Abang saat peron 5 dan 6 tak dibuka imbas demo di DPR, Kamis (28/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Lewat sini cuma belum ditutup. Kita nunggunya di kereta. Cuma ini beda sih jadi gak boleh nunggu di kereta,” kata penjaga toko di kawasan Tanah Abang yang bertempat tinggal di Parung Panjang itu.

Ia mengaku belum mendapat kepastian kapan peron kembali dibuka.

“Belum tau juga sih soalnya diinformasiin juga cuma ditutup,” tuturnya.

Suasana Stasiun KRL Tanah Abang saat peron 5 dan 6 tak dibuka imbas demo di DPR, Kamis (28/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Jika penutupan berlangsung hingga malam, Sarah berencana mencari alternatif.

“Paling minta jemput ke Kebayoran sih,” ujarnya.

Senada dengan Sarah, Hartika (27) penumpang tujuan Citeras juga harus menunggu lebih dari sejam.

“Tadi udah di bawah dalam kereta disuruh keluar lagi,” ungkapnya.

Ia pun pasrah bila harus berpindah ke stasiun lain.

Suasana Stasiun KRL Tanah Abang saat peron 5 dan 6 tak dibuka imbas demo di DPR, Kamis (28/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Ya ke Kebayoran mau gak mau. Ya nunggu paling sampe jam 6 kurang lah. Paling naik Gojek ke Kebayoran,” katanya.

Sebelumnya, massa demonstrasi di Gedung DPR meluber hingga ke rel lintas Tanah Abang-Palmerah, Jakarta Barat. Perjalanan KRL commuter line terganggu.

Perjalanan Commuter Line Rangkasbitung hanya sampai Stasiun Palmerah dan Kebayoran untuk kembali menuju Stasiun Serpong/Rangkasbitung.

Suasana Stasiun KRL Tanah Abang saat peron 5 dan 6 tak dibuka imbas demo di DPR, Kamis (28/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Jalur rel lintas Tanah Abang – Palmerah terdapat kerumunan massa. Untuk sementara, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung dari Stasiun Tanah Abang dihentikan,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, dalam keterangannya, Kamis (28/8) pukul 16.30 WIB.

“Untuk pengguna tujuan Serpong/Rangkasbitung, dapat naik dan turun di Stasiun Kebayoran. Sedangkan pengguna tujuan Cikarang, Bogor, dan Tangerang dapat naik dan turun di Stasiun Karet,” kata Joni.