Imbas Gempa Rusia, Tsunami Setinggi 21 Cm Terdeteksi di Bitung, Sulut

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono
 Foto: Utomo Priyambodo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Foto: Utomo Priyambodo/kumparan

Gempa 8,7 magnitudo mengguncang Kamchatka, Rusia. Gempa itu berdampak kepada naiknya gelombang laut ke sejumlah negara, termasuk ke Indonesia.

Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gelombang tsunami telah mencapai Bitung, Sulawesi Utara.

"Tsunami juga terdeteksi di Tsunami Gauge BMKG, Bitung, Sulut setinggi 21 cm," kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (30/7).

Dari hasil observasi BMKG, sejumlah wilayah di Indonesia juga diterpa tsunami dengan ketinggian beragam. Berikut daftarnya:

  • Lombrom, Papua Nugini (14.02 WIB) 0.3 meter,

  • Jayapura DOK II, Indonesia (14.14 WIB) 0.3 meter,

  • Pel. Tapaleo, Halamhera Tengah (14.15WIB) 0.1 meter

  • Sarmi, Indonesia (14.20 WIB) 0.5 meter,

  • Sorong, Papua Barat, Indonesia (14.35 WIB) 0.2 meter,

  • Depapre Jayapura Papua, Indonesia (14.45 WIB) 0.3 meter,

  • Sausapor, Papua Barat (15.04WIB) 0.3 meter

  • Pel. Beo Talaud, Sulawesi Utara, Indonesia (15.14 WIB) 0.06 meter,

  • Pel. Daeo Majiko, Morotai, Maluku Utara (15.17 WIB) 0.08 meter.

  • Manokwari, Papua Barat (14.23 WIB) 0.15 meter.

  • Gebe, Maluku Utara (14.57 WIB) 0.11 meter.

  • Bitung, Sulawesi Utara (14.20 WIB) 0.21 meter.

  • Manado, Sulawesi Utara (16.42 WIB) 0.08 meter.

  • Likupang, Sulawesi Utara (17.20 WIB) 0.14 meter.

Hingga saat ini, BMKG belum mengakhiri peringatan tsunami imbas gempa Kamchatka.

"Perlu diketahui bahwa kadang osilasi non linear tsunami pada fase terakhir juga bisa membuat osilasi dan amplifikasi tinggi gelombang. Osilasi gelombang tsunami di fase akhir itu bisa bikin kenaikan signifikan," kata Daryono.