Imbas Jalur Gumitir Ditutup 2 Bulan, Kawasan Ijen Macet

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lonjakan arus kendaraan di jalur alternatif Banyuwangi–Bondowoso, khususnya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Kecamatan Licin.  dok. Polsek Licin
zoom-in-whitePerbesar
Lonjakan arus kendaraan di jalur alternatif Banyuwangi–Bondowoso, khususnya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Kecamatan Licin. dok. Polsek Licin

Penutupan total jalur Gumitir yang menghubungkan Banyuwangi dengan Jember berdampak langsung pada lonjakan arus kendaraan di jalur alternatif Banyuwangi-Bondowoso, khususnya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Kecamatan Licin.

Penutupan ini berlangsung 24 Juli hingga 24 September 2025. Penutupan selama dua bulan ini dilakukan demi kelancaran dan keselamatan proyek preservasi jalan nasional di kawasan Alas Gumitir, Kabupaten Jember.

Sejak Kamis (24/7) pagi, antrean kendaraan pribadi hingga truk kecil memadati sejumlah titik jalan ekstrem kawasan Ijen. Padatnya lalu lintas ini juga dipicu oleh kemacetan panjang di kawasan Pelabuhan Ketapang dan jalur Pantura Situbondo.

Kapolsek Licin, AKP Taufan Akbar, mengatakan kepadatan terjadi sejak pukul 10.00 WIB dan sempat menimbulkan gangguan di beberapa titik rawan.

“Tiga titik sempat padat, yakni di Sengkan Slamet (Sengkan Mayit), tanjakan Leter S, dan tanjakan Erek-erek. Jalurnya curam dan sempit, sehingga kendaraan besar dan pengemudi yang kurang berpengalaman kesulitan melintas,” ujarnya, Jumat (25/7).

Ada Kecelakaan

Salah satu insiden yang terjadi adalah kecelakaan tunggal mobil pikap Mitsubishi L300 bermuatan ikan laut yang menabrak pembatas jalan di Sengkan Slamet. Diduga kendaraan mengalami rem blong saat melaju dari arah Bondowoso menuju Banyuwangi.

“Pengemudi RSI (55), warga Muncar, membanting setir ke kanan karena rem tidak berfungsi saat menurun. Mobil rusak di bagian depan, tapi sopir selamat,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Andi Restu.

Kondisi jalan yang sempit dan menanjak membuat upaya evakuasi berjalan hati-hati agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Beruntung, kendaraan lain masih bisa melintas dengan kecepatan rendah.

Selain kecelakaan tersebut, kemacetan sempat terjadi di tanjakan Leter S akibat truk Colt Diesel tidak kuat menanjak. Di titik Erek-erek, kendaraan harus mengambil jalur zig-zag agar bisa menyesuaikan sudut tanjakan.

AKP Taufan mengimbau semua pengemudi agar memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum melintasi jalur alternatif Ijen.

“Ini bukan jalur biasa. Jalannya ekstrem dengan tanjakan curam dan tikungan tajam. Kami sarankan hanya kendaraan yang benar-benar siap dan sopir berpengalaman yang melintas di sini,” tegasnya.

Hingga Kamis malam, arus lalu lintas di jalur Ijen mulai kembali normal, namun petugas masih bersiaga di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan susulan.