Imbas Pernyataan PM Takaichi soal Taiwan, China Minta Warganya Tidak ke Jepang
ยทwaktu baca 2 menit

Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pemberitahuan mengimbau warganya tidak berpergian ke Jepang. Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, meningkatnya kejahatan terhadap warga negara China di Jepang jadi alasan.
Dikutip dari Yomiuri Shimbun, Senin (17/11), imbauan itu diunggah di akun resmi Weibo Kemlu China pada Jumat (14/11).
Dalam imbauan itu, Kemlu China mengatakan dengan mempertimbangkan pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait isu Taiwan dan situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang, atmosfer pertukaran antarmasyarakat antara Jepang dan China rusak parah dan menimbulkan risiko signifikan terhadap keselamatan pribadi dan nyawa warga negara China di Jepang.
"Sejak awal tahun ini, Jepang mengalami kerusuhan sosial dengan lonjakan insiden kriminal yang menargetkan warga negara China," kata Kemlu China dalam unggahannya di Weibo.
Imbauan tak berpergian ke Jepang menjadi perhatian media China. Imbauan itu dianggap sebagai bagian dari taktik Beijing untuk mempengaruhi opini publik di Jepang.
Media China lainnya, China News Service, melaporkan tiga maskapai penerbangan China mengatakan kepada penumpang bahwa uang pembelian tiket ke Jepang dapat dikembalikan.
Sementara itu, Jepang mendesak China untuk mengambil langkah yang tepat atas imbauan tak berpergian ke Jepang.
Kantor berita Kyodo melaporkan, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan pemerintah telah menyampaikan pesan kepada China dan dengan tegas meminta China mengambil "langkah yang tepat". Namun, tidak dijelaskan apa yang dimaksud Jepang dengan "langkah yang tepat".
Kihara mengatakan, Jepang dan China memiliki pendapat berbeda tentang masalah Taiwan dan menegaskan penting untuk menjaga komunikasi kedua negara.
Adapun pernyataan PM Sanae Takaichi yang membuat China marah disampaikan di depan parlemen Jepang pada 7 November. PM wanita pertama Jepang ini mengatakan bahwa penggunaan kekuatan terhadap pulau yang memerintah sendiri (Taiwan) yang diklaim oleh China dapat menjamin adanya respons militer dari Tokyo.
