Imbas Pernyataan PM Takaichi soal Taiwan, China Minta Warganya Tidak ke Jepang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jet tempur Shenyang J-16, Chengdu J-20, dan Shenyang J-35 terbang dalam formasi melewati bendera nasional Tiongkok selama gladi resik menjelang parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China (24/8/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Jet tempur Shenyang J-16, Chengdu J-20, dan Shenyang J-35 terbang dalam formasi melewati bendera nasional Tiongkok selama gladi resik menjelang parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China (24/8/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS

Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pemberitahuan mengimbau warganya tidak berpergian ke Jepang. Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, meningkatnya kejahatan terhadap warga negara China di Jepang jadi alasan.

Dikutip dari Yomiuri Shimbun, Senin (17/11), imbauan itu diunggah di akun resmi Weibo Kemlu China pada Jumat (14/11).

Dalam imbauan itu, Kemlu China mengatakan dengan mempertimbangkan pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait isu Taiwan dan situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang, atmosfer pertukaran antarmasyarakat antara Jepang dan China rusak parah dan menimbulkan risiko signifikan terhadap keselamatan pribadi dan nyawa warga negara China di Jepang.

"Sejak awal tahun ini, Jepang mengalami kerusuhan sosial dengan lonjakan insiden kriminal yang menargetkan warga negara China," kata Kemlu China dalam unggahannya di Weibo.

Pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang, Sanae Takaichi, bereaksi saat menerima tepuk tangan setelah terpilih sebagai perdana menteri, di Majelis Rendah Parlemen di Tokyo, Jepang, 21 Oktober 2025. Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Imbauan tak berpergian ke Jepang menjadi perhatian media China. Imbauan itu dianggap sebagai bagian dari taktik Beijing untuk mempengaruhi opini publik di Jepang.

Media China lainnya, China News Service, melaporkan tiga maskapai penerbangan China mengatakan kepada penumpang bahwa uang pembelian tiket ke Jepang dapat dikembalikan.

Sementara itu, Jepang mendesak China untuk mengambil langkah yang tepat atas imbauan tak berpergian ke Jepang.

Kantor berita Kyodo melaporkan, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara mengatakan pemerintah telah menyampaikan pesan kepada China dan dengan tegas meminta China mengambil "langkah yang tepat". Namun, tidak dijelaskan apa yang dimaksud Jepang dengan "langkah yang tepat".

Gaya PM Jepang Sanae Takaichi pakai tas lokal saat melantik kabinetnya di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). Foto: Dok, Kantor PM Jepang

Kihara mengatakan, Jepang dan China memiliki pendapat berbeda tentang masalah Taiwan dan menegaskan penting untuk menjaga komunikasi kedua negara.

Adapun pernyataan PM Sanae Takaichi yang membuat China marah disampaikan di depan parlemen Jepang pada 7 November. PM wanita pertama Jepang ini mengatakan bahwa penggunaan kekuatan terhadap pulau yang memerintah sendiri (Taiwan) yang diklaim oleh China dapat menjamin adanya respons militer dari Tokyo.