Imbas Tanah Bergerak di Purwakarta: 58 Rumah Rusak, Jalan Desa Terputus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana jalan yang hancur akibat fenomena tanah bergerak di Kampung Cigintung dan Sukamulya, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (11/6/2025). Foto: Dok. BPBD Purwakarta
zoom-in-whitePerbesar
Suasana jalan yang hancur akibat fenomena tanah bergerak di Kampung Cigintung dan Sukamulya, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (11/6/2025). Foto: Dok. BPBD Purwakarta

Bencana tanah bergerak masih berlangsung di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa (17/6). Sejauh ini, sudah ada 58 unit rumah rusak akibat fenomena tersebut.

"Data sementara ada Selasa (17/6) rumah rusak berat 58 unit, rusak sedang 3 unit dan rusak ringan 8 unit, sedangkan fasilitas ibadah rusak berat 1 unit dan jalan desa terputus 1 akses," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (18/6).

Bencana ini juga memicu adanya pengungsian warga, tercatat 47 KK (145 jiwa) mengungsi mandiri di rumah kerabat dan 36 KK (111 jiwa) mengungsi di kantor desa.

"Kejadian ini pertama kali diinformasikan pada Minggu (20/4) silam. Peristiwa ini telah menjadi perhatian dan terus dipantau BNPB."

Warga melihat kondisi bangunan rumah yang hancur akibat tanah bergerak di Kampung Cigintung dan Sukamulya, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (11/6/2025). Foto: Dok. BPBD Purwakarta

"BPBD setempat terus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi," imbuhnya.

Lokasi tanah bergerak ini tepatnya di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani.

Publik pun merasa was was. Terkait ini Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono memastikan keamanan dan kenyamanan Jalan Tol Cipularang.

"Kami memastikan seluruh infrastruktur jalan tol Jasa Marga Group senantiasa aman dan dapat diandalkan oleh masyarakat. Sejak menerima laporan awal, tim kami sudah melakukan langkah-langkah antisipatif dan terus memantau kondisi di lapangan, agar pengguna jalan tetap merasa nyaman, aman, dan terlindungi," ujar Rivan kepada wartawan, Rabu (18/6).

Ia menjelaskan, lokasi tanah bergerak 1 km dari Tol Cipularang. Saat ini bencana itu bergerak ke arah utara menjauhi tol.