Imbauan PBNU dan Muhammadiyah Jelang Pemilu: Apa pun Hasilnya Harus Kita Terima

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen NU KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Sekjen Muhammadiyah KH Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat (9/2/2024). Foto: Indra Subagja/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen NU KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Sekjen Muhammadiyah KH Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat (9/2/2024). Foto: Indra Subagja/kumparan

PBNU dan Muhammadiyah mengeluarkan imbauan bersama. Masyarakat diimbau menerima hasil pemilu. Bila ada yang tak sesuai silakan gunakan aturan.

"Kami berdua gembira proses kampanye berjalan lancar. Harapan kita lancar jalan terus ke depan sampai nanti hari pemilihan apa pun hasilnya harus kita terima," kata Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dalam jumpa pers bersama Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu'ti di Senayan, Jakarta, Jumat (9/2).

Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul ini juga menyampaikan imbauan agar proses pemilu dilaksanakan dengan adil, transparan, dan terbuka.

Sekjen NU KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Sekjen Muhammadiyah KH Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat (9/2/2024). Foto: Indra Subagja/kumparan

Sementara Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa Pemilu, khususnya Pilpres selama ini berjalan baik. Suasana gembira dan guyub.

Mu'ti berharap suasana gembira ini bisa berjalan hingga 14 Februari.

"Semua pihak harus menerima apa pun pilihan rakyat sebagai wujud kedaulatan rakyat. Yang menang jangan jemawa, yang kalah harus legowo," ujar Mu'ti.

Mu'ti menegaskan bahwa setelah pemilu ada rekonsiliasi. "Tak ada istilah winners take all, itu bukan karakter sistem politik di Indonesia, " tutup Mu'ti.