Imelda Sari Laporkan Peretasan Nomor WhatsApp-nya ke Bareskrim Polri

3 April 2019 17:57
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Imelda dan Ferdinand. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Imelda dan Ferdinand. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua Divisi Komunikasi dan Media Partai Demokrat Imelda Sari melaporkan peretasan nomor WhatsApp-nya ke Bareskrim Polri, Rabu (3/4). Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut, akibat kejadian itu, nomor WhatsApp Imelda sempat mengirimkan konten pornografi yang berkaitan dengan politikus Ferdinand Hutahaean ke sejumlah grup.
ADVERTISEMENT
"Saudari Imelda Sari baru selesai ke Bareskrim, termasuk Ferdinand, melaporkannya karena WA dia di-hack. Sehingga ini menurut saya, kejahatan yang luar biasa, karena dalam demokrasi enggak boleh begitu," kata Hinca di Kantor Indikator Politik Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (3/4).
"Jadi seolah-olah saudari Imelda itu mengirimkan sesuatu dari dia, padahal orang lain yang menggunakan itu dan digunakan dengan cara-cara yang sangat tidak bagus untuk demokrasi, begitu juga Ferdinand," imbuhnya.
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Kediaman SBY. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Kediaman SBY. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Ia menceritakan, sebenarnya ia sempat menelepon Imelda pada Selasa (2/4) malam. Namun, yang menjawab justru orang lain yang tidak dikenal.
"Siang tadi baru kita ketemu, dan dia mengakui, 'saya enggak bisa kontrol WA Grup saya'. Siang hari tadi, sebelum saya kemari, saya minta dia ditemani oleh teman-teman untuk melapor ke Bareskrim. Ini bentuk penegakan hukum," ucap Hinca.
ADVERTISEMENT
Selain Imelda, sebelumnya, akun Twitter dan dua alamat email milik Ferdinand juga sempat diretas. Akun tersebut kemudian digunakan untuk menyerang partai lain dengan konten porno.
"Baik dari Ferdinand maupun Imelda, itu melaporkannya ke pihak yang berwajib. Karena itu, kami mohon pihak yang berwajib untuk menuntaskan agar cara kita berdemokrasi sesuai dengan azas langsung umum, bebas, rahasia. Jangan lupa, jujur dan adil," tegas Hinca.
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Kediaman SBY. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan di Kediaman SBY. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Hinca berharap, seharusnya tidak ada pihak yang berusaha untuk menjatuhkan caleg, partai, atau peserta pemilu dengan cara-cara yang tidak bijak seperti itu. Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak menjatuhkan lawan politik dengan cara yang melanggar.
"Mari kita beradu program saja. Saya mengimbau kepada siapapun, mari kita hentikan cara-cara yang tidak baik, menggunakan medsos untuk menyerang pribadi, menjatuhkan lawan politiknya dengan cara-cara yang melanggar," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Ia memastikan, oknum-oknum yang telah meretas akun kedua anggotanya itu bisa dikenai UU ITE dan pidana lainnya. Ia percaya, tim cyber crime dari Mabes Polri cukup kuat untuk mengungkap pelaku peretasan akun milik kedua anggota Partai Demokrat itu.
"Saya yakin cyber crime Mabes Polri cukup canggih, cukup kuat. Negara telah membiayainya dengan anggaran yang cukup dan saya yakin cepat bisa diungkap. Kami serahkan penuh ke penegak hukum, ke polisi. Kami tunggu supaya cepat diatasi, supaya tidak terjadi apa-apa," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020