Imlek di DKI: Umat Sembahyang di Rumah, Klenteng Hanya untuk Pengurus Prosesi

Perayaan Imlek di Jakarta tahun ini harus dirayakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan secara terbatas karena masih dalam situasi pandemi COVID-19.
Kepala Biro Dikmental DKI, Muhammad Zen, perayaan Imlek tahun ini akan dirayakan oleh seluruh umat Konghucu di rumah saja. Sementara kelenteng hanya akan diisi oleh para pengurus, sesuai kebijakan dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) DKI.
"Semua melaksanakan di rumah saja. Kalau ada pun yang melaksanakan di tempat ibadah hanya tim prosesinya saja. Umat semua virtual," ujar Zen saat dihubungi, Kamis (11/2).
Kebijakan pengurus Matakin DKI terkait Perayaan Tahun Baru Imlek Tahun 2572 Kongzili telah meminta umat agar melaksanakan rangkaian sembahyang dari rumah.
"Dilaksanakan secara sederhana dilakukan dari rumah saja. Tetap melaksanakan sembahyang Chu Xi dari rumah," tuturnya.
Sementara bagi para pengurus yang hadir di kelenteng akan dibatasi jumlahnya. Juga dipastikan akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
"Prosesi persembahyangan di rumah ibadah mengikuti prokes dan dibatasi beberapa pengurus / umat," tutur dia.
"Mengikuti dan menyaksikan Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili di hari Minggu 14 Februari melalui media sosial," lanjutnya.
Dalam Kepgub Nomor 107 tentang perpanjangan PSBB, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengizinkan rumah ibadah dibuka. Namun, dengan syarat dibatasi 50% kapasitas.
"Untuk Pemprov mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 107 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro. Nomor 7 Kegiatan Peribadatan di tempat ibadah mengikuti prokes dan dibatasi 50%," tutupnya.
