Incidence Rate Corona 28 Juni: Jakarta Pusat Tertinggi, Makassar Geser Surabaya

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
dr Dewi Nur Aisyah Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
dr Dewi Nur Aisyah Foto: BNPB

Anggota tim pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah kembali mengumumkan data terkait incidence rate kasus corona di Indonesia. Data ini mulai per provinsi hingga kabupaten/kota.

Incidence rate adalah jumlah kasus per jumlah penduduk. Untuk provinsi hingga kab/kota, Gugus Tugas mengambil rasio per 100 ribu penduduk.

"Untuk saat ini kepadatan jadi faktor risiko, tapi yang bisa kita hitung kalau insidensi berdasarkan per 100 ribu penduduk. Kalau nasional per 1 juta penduduk. Ini angka yang paling fair," kata Dewi dalam diskusi secara virtual di Graha BNPB, Rabu (1/7).

Data terbaru yang sudah diolah Gugus Tugas sampai tanggal 28 Juni, DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan incidence rate tertinggi, dengan rasio 82,78 per 100 ribu penduduk.

Sementara Aceh menjadi provinsi dengan incidence rate terendah. Rasionya 0,5 per 100 ribu penduduk.

Namun, Dewi menambahkan, data ini juga harus disandingkan dengan jumlah tes PCR ataupun TCM dari wilayah tersebut.

"Semakin besar jumlah tes dilakukan seharusnya positivity rate semakin rendah. Dalam rangka surveilans kalau orang yang diperiksa hanya yang sakit, pasti positif lebih tinggi. Ketika angka positivity makin turun, artinya kita mencoba memeriksa mereka yang tanpa gejala," urai Dewi.

Incidence rate per kabupaten/kota 28 Juni. Foto: BNPB

Nah dari data tes yang terlihat, Jakarta memang menjadi provinsi dengan jumlah tes PCR terbanyak di Indonesia. Hingga 28 Juni tercatat ada 232.848 tes.

Sementara Aceh ada di peringkat ke-26 dengan jumlah tes hanya 2.395.

Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan jumlah tes terendah. Angkanya hanya 265.

Jumlah tes corona per provinsi per 28 Juni 2020. Foto: Dok. Twitter/@ridwankamil

Sementara itu, Jakarta Pusat menjadi kabupaten/kota dengan angka insidensi tertinggi. Per 28 Juni, rasionya mencapai 227.78 per 100 ribu penduduk.

Naik cukup tinggi dari pekan sebelumnya. Per 21 Juni, incidence rate di Jakpus di angka 149,2 per 100 ribu penduduk.

Di urutan kedua ada Kota Makassar dengan incidence rate mencapai 204,53. Pekan lalu Makassar berada di urutan ke-10 dengan rasio 73.7 per 100 ribu penduduk.

Surabaya juga naik satu setrip ke urutan ketiga dengan incidence rate 194.59. Juga jauh meninggi dari pekan sebelumnya yang berada di angka 107,6 per 100 ribu penduduk.

Di 10 urutan tertinggi, ada dua kabupaten/kota baru yakni Ambon dan Palangka Raya, menggantikan posisi dua daerah di tanah Papua, yaitu Kabupaten Jayapura dan Mimika.

Incidence rate per kabupaten/kota 28 Juni. Foto: BNPB

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.