Indeks Kinerja Lingkungan RI Terus Merosot, Kini Masuk 20 Negara Teburuk Dunia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panorama keindahan pulau dan perairan di Biak. Foto: bung ror/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Panorama keindahan pulau dan perairan di Biak. Foto: bung ror/Shutterstock

Debat keempat Pilpres 2024 akan diselenggarakan pada Minggu (21/1). Debat kali ini akan dihadiri para cawapres dengan tema pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa.

Terkait isu pembangunan berkelanjutan dan lingkungan, Indonesia punya PR besar untuk menangani isu ini. Sebab berdasarkan laporan Environmental Performance Index (EPI) 2022, Indonesia menempati peringkat 164 dari 180 negara di dunia. Artinya, Indonesia berada dalam deretan 20 negara dengan indeks terburuk dunia.

Laporan EPI 2022 menggunakan 40 indikator kinerja di 11 kategori isu yang diklasifikasikan dalam tiga pilar penilaian. Yakni, daya hidup ekosistem, kesehatan lingkungan, dan perubahan iklim.

EPI merupakan hasil kolaborasi antara Yale University, Colombia University, World Economic Forum dan Research Centre of the European Commission.

embed from external kumparan

Nantinya, hasil penilaian dari berbagai indikator itu akan diolah menjadi skor dengan skala 0-100. Semakin tinggi skor, semakin baik konsep keberlanjutan lingkungan yang diterapkan negara tersebut.

Pada tahun 2022, skor keseluruhan yang diperoleh Indonesia adalah 28,2. Adapun skor tiga pilar Indonesia di bidang daya hidup ekosistem mencapai 34,1, kesehatan 25,3, dan perubahan iklim 23,2.

Sejak 2006 hingga 2018 skor keseluruhan keberlanjutan lingkungan Indonesia berada di angka 40 ke atas. Akan tetapi, saat ini Indonesia memiliki skor terendah hingga menyentuh angka 20. Ini artinya, agenda keberlanjutan lingkungan di Indonesia terus memburuk.

Gambaran di Dunia dan Asia Tenggara

Negara dengan skor EPI tertinggi di dunia pada 2022 adalah Denmark dengan skor 77,9. Diikuti oleh Inggris dengan skor 77,7. Ada pula Finlandia yang berada di peringkat ketiga dengan skor 76,5.

20 negara dengan skor EPI tertinggi dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 19 data

Negara
Peringkat
Skor
Denmark
1
77.9
Inggris
2
77.7
Finlandia
3
76.5
Malta
4
75.2
Swedia
5
72.7
Luksemburg
6
72.3
Slovenia
7
67.3
Austria
8
66.5
Swiss
9
65.9
Islandia
10
62.8

1 - 10 dari 19 baris

Sementara itu, skor EPI terendah di dunia ditempati India dengan skor 18,9. Diikuti oleh Myanmar dengan skor 179. Vietman juga tercatat sebagai negara dengan skor EPI terendah yaitu di angka 20,1.

20 negara dengan skor EPI terendah dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 20 data

Negara
Peringkat
Skor
India
180
18.9
Myanmar
179
19.4
Vietnam
178
20.1
Bangladesh
177
23.1
Pakistan
176
24.6
Papua Nugini
175
24.8
Liberia
174
24.9
Haiti
173
26.1
Turki
172
26.3
Sudan
171
27.6

1 - 10 dari 20 baris

Adapun di Asia Tenggara, Singapura tercatat sebagai negara dengan skor EPI tertinggi, yaitu 50,9. Diikuti oleh Brunei dengan skor 45,7 dan Thailand 38,1. Indonesia sendiri ada di peringkat tiga terendah di negara-negara Asia Tenggara.

Skor EPI negara-negara di Asia Tenggara bisa dilihat dalam tabel di bawah ini.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 11 data

Negara
Peringkat Dunia
Skor
Singapura
44
50.9
Brunei Darussalam
71
45.7
Thailand
108
38.1
Timor Leste
129
35.1
Malaysia
130
35
Laos
149
30.7
Kamboja
154
30.1
Filipina
158
28.9
Indonesia
164
28.2
Vietnam
178
20.1

1 - 10 dari 11 baris

Evaluasi Lingkungan Indonesia

Laporan EPI menyoroti beberapa kategori yang bisa menjadi bahan evaluasi bagi program lingkungan di Indonesia.

Pertama, Indonesia harus lebih getol dalam menindak permasalahan sampah plastik. Catatan EPI 2022 menyebut Indonesia sebagai lima produsen utama polusi plastik laut dunia bersamaan dengan India, Amerika Serikat, Brasil, dan Thailand.

Bersih sampah plastik di laut dalam Gerakan Menghadap Laut di Ancol Timur, Minggu (19/8) Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan

Kedua, minimnya akses air bersih dan sanitasi. Dalam laporan EPI 2022 menyatakan terdapat hampir 25 juta orang di Indonesia yang tidak memiliki atau minim akses ke toilet. Sehingga sungai sering menjadi tempat pembuangan kotoran dan menyebabkan pasokan air terkontaminasi dengan bakteri.

Praktik penangkapan ikan juga menjadi sorotan. Indonesia masuk daftar salah satu dari tujuh negara yang berkontribusi terhadap 50 persen tangkapan ikan dunia. Indonesia dinilai masih melakukan praktik penangkapan dengan cara ilegal, seperti penggunaan jaring macan dan pengerukan berbahaya bagi ekologis.

EPI 2022 juga mencatat bahwa penegakan peraturan lingkungan yang buruk menjadi tantangan yang mesti diatasi oleh pemerintah Indonesia.