Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.102.2
Indeks Pembangunan Pemuda Indonesia Naik, Jadi Modal Songsong 2045
8 September 2023 19:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Indeks pembangunan pemuda Indonesia naik. Ini bisa menjadi modal menyongsong bonus demografi Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT
Menurut Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora ,Asrorun Niam Sholeh, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan indeks komposit yang memberikan gambaran terhadap tiga lapisan domain pembangunan pemuda.
"Alhamdulillah, dengan kerja kolaboratif seluruh elemen, Indeks Pembangunan Pemuda kita naik dua poin, dari 53,33 di tahun lalu, kini 55,33. Tentu ini harus disyukuri. Indonesia Emas 2045, kita songsong dengan penuh optimisme," ujar Niam yang juga guru besar UIN Syarif Hidayatullah ini.
Niam menyampaikan itu di acara Launching Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2022, pada Jumat (8/9) di GOR Veldrome Rawamangun Jakarta Timur. Launching dilakukan oleh Menpora Dito Ariotedjo dan Menko PMK Muhajir Efendi.
Dalam dokumen IPP tersebut, jelas Niam, domain pendidikan menyumbang angka tertinggi, yaitu 70, akan tetapi stagnan dalam tiga tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
Sementara, domain kesehatan dan kesejahteraan terus mengalami kenaikan selama tiga tahun terakhir, tahun 2020 angkanya 55, 2021 sebesar 60, dan tahun 2022 sebesar 65.
“Selama lima tahun terakhir, Kemenpora ikut serta memberikan intervensi kebijakan dengan pendidikan kepemimpinan pemuda dalam rumah tangga, program yang difokuskan pada penguatan kesehatan reproduksi pemuda, isu pengasuhan dan perlindungan anak, pencegahan stunting, hukum perkawinan, dan juga financial planning, untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam kesehatan keluarga, dan menopang kenaikan IPP. Alhamdulillah, angkanya bisa naik secara signifikan. Harapan saya, Bappenas dan Kemenkeu bisa terus bersinergi untuk program ini," ujarnya.
Di samping itu, angka IPP pada domain lapangan dan kesempatan kerja juga naik, sebelumnya di angka 40 menjadi 45 di tahun ini.
ADVERTISEMENT
“Alhamdulillah, ini juga berkah kolaborasi seluruh pihak yang konsens dalam pengembangan kewirausahaan pemuda. Kemenpora menginisiasi kuliah kewirausahaan pemuda dengan perguruan tinggi untuk setiap tahunnya, dan sudah berjalan lima tahun terakhir. Tahun ini bernama Wiramuda, bekerja sama dengan 38 kampus. Dua tahun ini, Kemdikbud juga menyelenggarakan Wirausaha Merdeka (WMK), sehingga bisa sinergi untuk mengokohkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda," tegasnya.
Launching IPP ini dilaksanakan bersamaan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pemuda dan Olahraga 2023. Dalam kesempatan tersebut, Kemenpora memberikan penghargaan kepada Provinsi DIY yang memperoleh IPP tertinggi.
Di samping itu, penghargaan juga diberikan kepada Provinsi yang memiliki kenaikan IPP tertinggi dibanding tahun lalu, yaitu Provinsi Papua, Lampung, Bangka Belitung, dan Banten.
ADVERTISEMENT
Usai launching IPP, acara dilanjutkan dialog kepemudaan dan keolahragaan dengan panelis Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung Amir Yanto, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh.
Kemudian Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Surono, Dirjen Pembangunan Daerah Kemendagri Ardy Daud, Dirjen Anggaran Kemenkeu Ketut, Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud, Ketua Satgassusgah TPK Polri Novel Baswedan, dan Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan PPN/Bappenas Amich Alhumami. Acara dipandu oleh Rivana Pratiwi.
Acara ini dihadiri oseluruh kepada dinas pemuda dan olahraga provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, pimpinan organisasi kepemudaan, pimpinan induk cabang olahraga, serta elemen pemangku kepentingan kepemudaan dan keolahragaan.