India Laporkan Penambahan Corona Tertinggi Sejak Mei, Tingkat Rawat Inap Rendah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pasien terinfeksi virus corona di India Foto: Francis Mascarenhas/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pasien terinfeksi virus corona di India Foto: Francis Mascarenhas/REUTERS

India melaporkan lonjakan kasus virus corona harian akibat menyebarnya varian Omicron. Meski demikian, tingkat rawat inap masih rendah.

Pada Senin (10/1/2022), sebanyak 179.723 kasus COVID-19 muncul di India. Jumlah itu merupakan yang terbanyak sejak akhir Mei 2021 lalu.

Dengan penambahan 179 ribu kasus, total infeksi corona di India sejak awal pandemi mencapai 35.71 juta. India merupakan negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di Asia.

Di waktu bersamaan korban jiwa corona juga bertambah 146. Saat ini sebanyak 483.936 warga India kehilangan nyawa karena corona.

Meski terjadi lonjakan, Kementerian Kesehatan India menyebut cuma 5 sampai 10 persen kasus aktif COVID-19 yang membutuhkan tindakan medis rawat inap.

Jumlah tersebut di bawah tingkat rawat inap ketika India menghadapi gelombang COVID-19 karena varian Delta. Pada waktu itu tingkat rawat inap mencapai 20 sampai 23 persen.

Masih kecilnya tingkat rawat inap, menjadi perhatian Menkes Rajesh Bhushan. Dia mengatakan, kecilnya tingkat rawat inap tidak berarti warga boleh meremehkan varian Omicron.

"Situasi dinamis dan terus berkembang, kebutuhan rawat inap juga bisa berubah dengan cepat," ucap Bhusan.