kumparan
16 Agustus 2019 16:58

India Perketat Keamanan di Kashmir Jelang Salat Jumat

Suasana Idul Adha di Kashmir
Ilustrasi umat Muslim di Kashmir Foto: Reuters
India kembali memperketat keamanan jelang salat Jumat di kota terbesar di Kashmir, Srinagar. Pengetatan dilakukan untuk mencegah demonstrasi.
ADVERTISEMENT
Saat ini ruang gerak warga Kashmir benar-benar terbatas. India melarang keramaian di ruang publik serta memutus jaringan telepon dan internet. Jam malam pun telah diberlakukan.
Dilansir kantor berita Reuters, jelang salat Jumat (16/8) ini, aparat keamanan dikerahkan di seluruh masjid di Srinagar. Sementara mobil polisi dilengkapi pengeras suara menyampaikan pengumuman melarang warga setempat ke luar rumah.
Masjid Jamia di Srinagar, Kashmir
Masjid Jamia di Srinagar, Kashmir. Foto: Shutter Stock
Pengetatan keamanan di Kashmir ditentang warga sekitar. Beberapa poster yang ditempel di sejumlah sudut kota meminta penceramah membicarakan situasi kashmir di khotbahnya.
"Warga harus menduduki jalan dan melawan jam malam," tulis sebuah poster yang terpampang di Kashmir.
Kondisi Kashmir semakin parah sejak India mencabut status otonomi wilayah awal pekan lalu.
Sebelum statusnya dicabut, Kashmir memiliki keistimewaan dibanding negara bagian lain di India. Mereka diizinkan memiliki bendera sendiri.
Kashmir, India, Kawat berduri dipasang di perbatasan Jammu
Tentara India berjaga di sepanjang jalan sepi di perbatasan Jammu, India. Foto: REUTERS/Mukesh Gupta
Selain itu, lapangan kerja dan tanah hanya boleh dimiliki oleh warga lokal setempat.
ADVERTISEMENT
Namun, usai otonomi dicabut, Kashmir sepenuhnya dibawah kendali New Delhi. Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut pencabutan status dibutuhkan untuk menjaga keutuhan integritas dan mempercepat pembangunan.
Setelah status istimewa dicabut, India langsung memperketat keamanan. Sebanyak 52 politikus penentang New Delhi ditangkap dan dipenjara di luar Kashmir.
Pada Senin (12/8) atau perayaan Idul Adha lalu India juga melarang salat id di masjid terbesar Srinagar. Warga Kashmir diminta untuk salat di lingkungan rumahnya masing-masing.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan