India-RI Jajaki Kerja Sama Olah Rare Earth, Siap Bangun Fasilitas di Indonesia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi logam tanah jarang atau rare earth element. Foto: Phawat/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logam tanah jarang atau rare earth element. Foto: Phawat/Shutterstock

Indonesia dan India mulai menjajaki kerja sama pengolahan logam tanah jarang atau rare earth melalui skema transfer teknologi dan pembangunan fasilitas di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat memanfaatkan cadangan logam tanah jarang yang dimiliki Indonesia untuk memasok pasar global.

Hal itu disampaikan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/7), usai rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi hari itu.

Sandeep mengatakan kerja sama tersebut berfokus pada pemanfaatan logam tanah jarang berat (heavy rare earths) yang tersedia di Indonesia.

"Ide utamanya adalah memanfaatkan logam tanah jarang berat yang tersedia di Indonesia," kata Sandeep.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menurut dia, kedua negara memiliki pemahaman awal untuk mengembangkan proyek pengolahan logam tanah jarang di Indonesia dengan dukungan transfer teknologi dari India.

"Akan ada proyek di Indonesia, disertai transfer teknologi, untuk mengembangkan teknologi dari India dan memproduksi magnet berbahan mineral tanah jarang di Indonesia untuk pasar global," ujarnya.

Ia menjelaskan kesepahaman tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui kontrak-kontrak teknis yang mengatur pelaksanaan proyek secara lebih rinci.

"Itulah pemahaman yang telah dicapai. Selanjutnya, melalui kontrak-kontrak berikutnya, keseluruhan proyek ini akan dikembangkan. Namun, secara umum sudah ada kesepahaman mengenai apa yang ingin dilakukan," kata dia.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Sandeep mengungkapkan proses penjajakan kerja sama tersebut sudah mulai berjalan. Menurut dia, belum lama ini delegasi PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) mengunjungi India untuk melihat langsung kemampuan teknologi yang dimiliki negara tersebut.

"Baru-baru ini, delegasi Perminas mengunjungi India, dan mereka melihat secara langsung kemampuan kami," ujar Sandeep.

Ia mengatakan kerja sama yang dirancang tidak hanya berupa alih teknologi, tetapi juga mencakup perancangan dan pembangunan fasilitas secara bersama di Indonesia.

"Ini merupakan kerja sama transfer teknologi sekaligus perancangan bersama (co-design) dan pembangunan fasilitas bersama (co-build) di Indonesia. Awalnya sudah dimulai," kata Sandeep.

Rencana kerja sama pengolahan logam tanah jarang menjadi salah satu agenda pembahasan dalam upaya memperluas kerja sama ekonomi Indonesia dan India.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi menggelar pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (7/7) yang menghasilkan sejumlah kesepahaman di berbagai sektor, termasuk pertambangan dan mineral kritis, pertahanan, maritim, ekonomi digital, serta pendidikan.