India Tangkap 11 Warganya yang Jadi Mata-mata Pakistan
·waktu baca 2 menit

Aparat keamanan India menangkap 11 warganya yang diduga menjadi mata-mata Pakistan. Hubungan India-Pakistan memburuk akibat konflik di Kashmir.
Pada awal Mei ini kedua negara itu saling serang imbas penembakan 22 turis di Kashmir pada April lalu. India menuduh Pakistan mendukung kelompok bersenjata yang membunuh warganya di Kashmir — wilayah yang terbagi antara India dan Pakistan.
Tuduhan India dibantah keras oleh Pakistan. Islamabad menyerukan investigasi independen terkait pembunuhan turis di Kashmir, tapi India tak menggubris.
Saling serang dua negara bertetangga ini pun terjadi, menyebabkan 60 orang kehilangan nyawa.
Sementara itu, keterangan penangkapan mata-mata Pakistan dilaporkan media lokal India, NDTV, Selasa (20/5). Mereka melaporkan para terduga mata-mata beroperasi di sebelah utara tepatnya di Haryana, Punjab, dan Uttar Pradesh.
Salah seorang pejabat tinggi kepolisian India, Gaurav Yadav, mengatakan, para pelaku ditangkap lantaran membocorkan informasi militer yang sensitif.
Informasi itu berisi laporan rahasia perihal serangan India ke Pakistan pada 6 sampai 7 Mei 2025 lalu.
Dari hasil investigasi awal para terduga mata-mata itu berkomunikasi langsung dengan badan intelijen Pakistan, ISI.
“Mereka telah menyampaikan informasi penting mengenai Angkatan Bersenjata India,” kata Yudav seperti dikutip dari AFP.
Informasi yang dikumpulkan AFP, para mata-mata Pakistan itu bekerja sebagai travel blogger, pelajar, aparat keamanan sampai pebisnis.
Laporan media India Today, para mata-mata itu direkrut Pakistan lewat sosial media. Kemudian mereka diberi imbalan finansial dan dijanjikan akan mengunjungi Pakistan.
